Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten Jepara mulai bergerak cepat menjawab dua persoalan klasik buruh: kemacetan dan pengasuhan anak. Lewat program Bus Karyawan dan daycare di lingkungan kerja, kebijakan ini digadang menjadi solusi konkret yang menyentuh langsung kehidupan pekerja.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin para pekerja terus terjebak rutinitas macet yang menguras waktu dan energi setiap hari.
Bus Karyawan: Solusi Nyata Urai Kemacetan
Dalam acara Halal Bihalal bersama serikat buruh di Maribu Resto, Selasa (14/04/2026), Witiarso Utomo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Perum DAMRI untuk menghadirkan armada bus karyawan.
“Kami ingin jalur kawasan industri tidak lagi lumpuh di jam sibuk. DAMRI siap mendukung, bahkan dengan jumlah armada sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Saat ini, Pemkab Jepara tengah menggodok kajian teknis terkait rute penjemputan hingga skema tarif agar tetap terjangkau tanpa mengorbankan kenyamanan.
Program ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas pekerja.
Daycare: Jawaban untuk Orang Tua Bekerja
Tak berhenti pada transportasi, Pemkab Jepara juga menyasar persoalan yang kerap luput dari perhatian: pengasuhan anak bagi pekerja.
Melalui program daycare, pemerintah menggandeng enam perusahaan besar sebagai proyek percontohan, yakni PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.
Menurut Witiarso Utomo, program ini bukan sekadar penitipan anak, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Jepara.
“Anak-anak adalah masa depan. Kita ingin mereka mendapatkan pengasuhan yang baik, sementara orang tuanya bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya, Selasa (14/4).
Serikat Buruh: Dukungan dengan Catatan
Langkah progresif ini mendapat sambutan positif dari kalangan buruh. Perwakilan serikat, Murdianto, menyatakan dukungan penuh selama program benar-benar memberikan manfaat nyata.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa solusi kemacetan perlu diperluas, salah satunya melalui pengembangan jalur alternatif seperti lingkar Mayong.
“Kalau ini berjalan konsisten, kami optimistis kesejahteraan pekerja akan meningkat,” katanya.
Lebih dari Sekadar Program
Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan buruh ini menjadi sinyal perubahan arah kebijakan di Jepara dari sekadar pertumbuhan industri menuju keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup.
Bus karyawan mungkin mengurai kemacetan. Daycare mungkin meringankan beban orang tua. Namun di balik itu, ada pesan yang lebih besar: Jepara sedang membangun ekosistem kerja yang lebih manusiawi.
SJ.
(15 April 2026)

Tinggalkan Balasan