Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Anggapan bahwa sedekah mengurangi harta masih kerap muncul di tengah masyarakat. Namun para ulama terkemuka di Indonesia justru menegaskan sebaliknya: sedekah menjadi salah satu pintu datangnya keberkahan, kelapangan rezeki, dan ketenangan batin.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Miftachul Akhyar, menjelaskan bahwa sedekah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan wujud keimanan dan keyakinan terhadap janji Allah.

“Dalam ajaran Islam, harta yang disedekahkan tidak berkurang. Justru Allah menggantinya dengan yang lebih baik, baik dalam bentuk materi maupun keberkahan hidup,” ujarnya dalam berbagai kesempatan dakwah.

Pandangan serupa disampaikan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, yang menekankan bahwa keberkahan tidak selalu diukur dari jumlah harta, melainkan dari manfaat dan ketenangan yang dirasakan.

Sementara itu, ulama kharismatik KH Abdullah Gymnastiar menyoroti aspek spiritual dari sedekah. Menurutnya, kebiasaan berbagi melatih hati agar tidak bergantung pada materi.

“Orang yang gemar bersedekah akan lebih tenang, karena ia tidak menjadikan harta sebagai sandaran utama hidupnya,” jelasnya.

Pendakwah nasional Ustadz Adi Hidayat juga menambahkan bahwa sedekah membuka peluang datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ia menyebut, dalam banyak kasus, kemudahan hidup justru datang setelah seseorang rutin berbagi.

“Sedekah itu bukan sekadar memberi, tapi investasi kebaikan yang hasilnya bisa kembali dalam bentuk yang tidak terduga,” ungkapnya.

Secara konsep, para ulama sepakat bahwa sedekah memiliki dimensi luas. Tidak hanya berupa materi, tetapi juga bisa dalam bentuk tenaga, waktu, hingga sikap baik kepada sesama.

Selain itu, sedekah dinilai mampu membangun ketahanan mental. Orang yang terbiasa memberi cenderung lebih ikhlas, tidak mudah cemas terhadap kondisi ekonomi, serta lebih siap menghadapi ujian hidup.

Fenomena ini menjelaskan mengapa banyak orang yang rajin bersedekah justru terlihat lebih sejahtera dan tenang. Bukan semata karena bertambahnya harta, melainkan karena hadirnya keberkahan dalam setiap aspek kehidupan.

Para ulama pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu berbagi, meski dalam jumlah kecil. Sebab, nilai sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya pemberian, tetapi oleh keikhlasan dan konsistensi.

“Yang terpenting bukan seberapa banyak yang diberikan, tetapi seberapa tulus niatnya,” tegas Ustadz Adi Hidayat.

Dengan demikian, sedekah bukan hanya menjadi amalan ibadah, tetapi juga jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna baik secara spiritual maupun sosial.

 

***

Jenewa Inspirasi.

(21/4/2026).