Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong inovasi desa dengan mengubah lahan tak produktif menjadi sumber ekonomi baru. Salah satunya melalui program penanaman pohon buah di sepanjang turus jalan yang mulai digarap di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Rabu (22/04/2026).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penghijauan, melainkan strategi konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Hari ini kita melaksanakan program penanaman pohon turus jalan tidak lain untuk menaikkan PAD desa,” ujarnya, Rabu (22/4).
Selama ini, bahu jalan di berbagai desa kerap hanya ditumbuhi semak atau tanaman pelindung tanpa nilai ekonomi. Melalui program ini, Pemkab Jepara berupaya mengubah wajah lahan marginal menjadi kawasan produktif berbasis pangan.
Sebanyak sekitar 7 kilometer lahan di sejumlah desa, seperti Sumanding, Bucu, Cepogo, Dudakawu, Pendem, hingga Jinggotan, akan dikembangkan menjadi konsep “lorong pangan”. Program ini difokuskan pada jalan kabupaten dan sebagian jalan desa sebagai percontohan.
Penanaman dilakukan dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLTU Tanjung Jati B. Total lebih dari 700 pohon disiapkan, dengan 462 pohon telah ditanam pada tahap awal.
Jenis tanaman yang dipilih pun bukan sembarangan. Pemerintah memilih mangga Kioji dan kelengkeng karena dinilai memiliki nilai jual tinggi serta cocok dengan karakter tanah di wilayah Kembang.
“Diperkirakan jika sampai panen bisa menghasilkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per pohon,” jelas Witiarso.
Untuk menjaga keberlanjutan, perawatan tanaman seperti pemupukan dan pendampingan teknis akan dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jepara.
Kepala Desa Jinggotan, Solikin, menyambut baik program ini. Ia menilai, selain meningkatkan potensi ekonomi, program tersebut juga mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Perlu partisipasi warga agar pohonnya hidup, berkembang, dan memberi manfaat. Kesadaran itu penting agar masyarakat lebih peduli dengan kondisi sekitarnya,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkab Jepara berharap konsep lorong pangan tidak hanya mempercantik kawasan desa, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor yang selama ini terabaikan.
***
(22 April 2026)

Tinggalkan Balasan