Queensha.id – Film,

 

Ledakan emosi penonton terhadap karakter Jihan Almira Kusuma dalam Terikat Janji tak hanya berhenti pada cerita di layar. Sosok di balik karakter kontroversial itu, Yoriko Angeline, kini ikut menjadi pusat perhatian publik.

Perannya sebagai Jihan yang dijuluki netizen “si mulut Jihan” dinilai berhasil menghidupkan karakter antagonis yang kompleks yaitu manipulatif, ambisius, sekaligus penuh intrik.

 

Dalam cerita, Jihan bersama ibunya Mayang Kusuma berupaya merebut kendali Kusuma Food dengan menyingkirkan Davina, pewaris 30 persen saham. Bahkan, jabatan strategis sebagai Brand Direktur yang diraihnya pun menuai cibiran karena dianggap tidak dibarengi kemampuan.

Namun di balik kebencian terhadap karakter tersebut, publik justru mulai mengulik lebih jauh perjalanan karier Yoriko Angeline. Aktris muda ini bukan wajah baru di industri hiburan Indonesia.

Ia pernah mencuri perhatian lewat perannya dalam serial web Jingga dan Senja, adaptasi dari novel populer Jingga dalam Elegi. Dalam proyek tersebut, Yoriko tak hanya berakting sebagai Jingga Matahari, tetapi juga menunjukkan sisi musikalitasnya dengan menyanyikan sekaligus menulis lagu tema.

Kariernya terus berkembang dengan membintangi sejumlah judul lain seperti Dikta & Hukum, drama religi Menemukan-Mu yang proses syutingnya dilakukan hingga ke Turki, serta serial aksi Kisah 3 Pembunuh.

 

Tak hanya itu, Yoriko juga terlibat dalam film biopik Buya Hamka yang menjadi salah satu proyek besar di perfilman nasional.

Di luar dunia akting, Yoriko juga sempat tampil sebagai pembawa acara dalam program hiburan Showbiz di MetroTV, memperlihatkan kemampuannya di bidang presenting.

Fenomena ini menunjukkan kontras yang menarik yaitu karakter Jihan dibanjiri kritik dan kemarahan, namun aktris yang memerankannya justru menuai apresiasi. Banyak penonton menilai, keberhasilan membuat publik “emosi” adalah bukti kuat kualitas akting yang dimiliki Yoriko.

Di media sosial seperti Facebook, perdebatan pun tak terhindarkan. Sebagian warganet larut dalam kebencian terhadap karakter, sementara yang lain mulai memisahkan antara tokoh fiksi dan sosok asli sang aktris.

Pengamat hiburan menilai, fenomena ini adalah indikator keberhasilan sebuah produksi. Karakter yang kuat akan memancing reaksi, bahkan hingga melampaui layar dan masuk ke ruang publik.

Kini, di tengah panasnya konflik perebutan cinta dan kekuasaan di Kusuma Food, satu hal menjadi jelas yaitu Jihan mungkin dibenci, tetapi Yoriko Angeline justru semakin bersinar.

 

***
(23 April 2026)