Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mulai menggeser fokus pembangunan pendidikan dari sekadar kuantitas menuju kualitas. Momentum pencanangan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dijadikan titik tekan baru: capaian tinggi tak lagi cukup jika tidak diikuti mutu yang merata.
Apel pencanangan yang digelar di Alun-alun 1 Jepara, Jumat (24/4/2026), dipimpin Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar mewakili Bupati Witiarso Utomo. Hadir pula jajaran Forkopimda hingga pemangku kebijakan pendidikan, menandai keseriusan lintas sektor dalam mengawal agenda ini.
Dalam pidatonya, Ibnu Hajar menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah merupakan sebuah narasi klasik yang kini dituntut pembuktian nyata. Ia mengaitkan semangat Hardiknas dengan perjuangan Raden Ajeng Kartini yang membuka akses pendidikan bagi semua kalangan.
Namun, di balik optimisme itu, terselip tantangan besar. Data menunjukkan angka partisipasi sekolah di Jepara telah melampaui 98 persen untuk jenjang dasar dan menengah merupakan sebuah capaian impresif. Sayangnya, angka tinggi tersebut belum otomatis mencerminkan kualitas lulusan, daya saing, maupun pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi.
Pemkab mengklaim telah menyiapkan sejumlah program strategis: mulai dari Kartu Sarjana Jepara, Kartu Guru Sejahtera, hingga digitalisasi pembelajaran melalui papan interaktif.
Selain itu, rangkaian Hardiknas tahun ini juga diperluas dengan kegiatan non-seremonial seperti penguatan karakter siswa, ruang seni, dukungan UMKM, hingga layanan administrasi dan kesehatan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan dengan realitas sosial-ekonomi masyarakat. Namun pertanyaannya, sejauh mana program tersebut mampu menjawab persoalan mendasar seperti kualitas pengajaran, ketimpangan fasilitas antarwilayah, hingga kesiapan tenaga pendidik menghadapi transformasi digital?
“Masih ada pekerjaan rumah besar,” ucap Ibnu Hajar, mengakui bahwa perjalanan menuju pendidikan berkualitas belum selesai, Jum’at (24/4).
Pencanangan Hardiknas 2026 ini pada akhirnya bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi semacam alarm keras bagi semua pihak, bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa lagi diukur dari berapa banyak anak masuk sekolah, tetapi dari sejauh mana mereka benar-benar belajar, berkembang, dan siap menghadapi masa depan.
Puncak peringatan Hardiknas
dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026. Harapannya, momentum ini tidak berhenti pada slogan, tetapi berlanjut pada kebijakan yang lebih tajam dan berdampak nyata bagi generasi muda Jepara.
***
(24 April 2026)

Tinggalkan Balasan