Queensha.id – Jepara,

 

Laga sarat emosi tersaji di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat (24/4/2026), saat Persijap Jepara menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2026. Bukan sekadar perebutan poin, duel ini membawa misi yang lebih dalam: balas dendam.

Kekalahan 2-3 pada pertemuan pertama di kandang PSBS masih membekas di benak Laskar Kalinyamat. Kini, bermain di hadapan publik sendiri, momentum pembalasan terasa semakin realistis.

Pelatih Persijap, Mario Lemos, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur meski waktu persiapan terbilang singkat. Ia menegaskan fokus utama bukan pada masa lalu, melainkan bagaimana memaksimalkan peluang di kandang.

“Kami tidak terlalu memikirkan hasil sebelumnya. Tim sudah berkembang dan siap meraih kemenangan,” ujarnya, Jum’at (24/4).

Optimisme Persijap bukan tanpa dasar. Tren performa mereka tengah menanjak, dengan catatan tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir yaitu tiga kemenangan dan empat hasil imbang. Bahkan, dua pertandingan terakhir berhasil disapu bersih dengan kemenangan, termasuk saat menundukkan Bhayangkara FC (2-1) dan Semen Padang (2-0).

Namun, posisi di klasemen belum sepenuhnya aman. Persijap saat ini berada di peringkat ke-14 dengan 27 poin, masih berada di zona rawan. Tambahan tiga poin menjadi harga mati jika ingin menjauh dari ancaman degradasi.

Di sisi lain, PSBS Biak datang dengan kondisi tertekan. Tim berjuluk Badai Pasifik itu terpuruk di peringkat ke-18 dengan 18 poin, usai kalah tipis 0-1 dari Persija Jakarta. Situasi ini membuat mereka tak punya pilihan selain mencuri poin di Jepara.

Pertandingan ini pun diprediksi berlangsung keras dan penuh tensi. Persijap mengusung ambisi balas dendam dan tren positif, sementara PSBS bertarung demi bertahan hidup di kasta tertinggi.

Di atas kertas, tuan rumah lebih diunggulkan. Namun dalam sepak bola, dendam dan tekanan sering kali melahirkan kejutan.

Satu yang pasti, laga ini bukan hanya soal angka di papan klasemen tetapi juga soal harga diri.

 

***

(24 April 2026)