Queensha.id – Jepara,

 

Peristiwa memilukan terjadi di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Jumat (24/4/2026) sore. Seorang pria berinisial ADW (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh kakak ipar korban sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, saksi berniat mengantarkan makanan. Namun setibanya di rumah, seluruh pintu dalam kondisi terkunci dari dalam, memicu kecurigaan.

Karena tak mendapat respons, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Bersama saksi lain, mereka akhirnya mendobrak pintu depan rumah. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar.

Kanit Reskrim Polsek Bangsri, IPDA Didik, membenarkan kejadian tersebut. Petugas bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Bangsri 1 segera melakukan evakuasi. Namun saat diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

 

Informasi ini memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang dialami korban.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, yang kerap kali luput dari perhatian. Stigma terhadap penderita gangguan kejiwaan masih menjadi tantangan, sehingga banyak kasus tidak tertangani secara optimal.

Lingkungan sekitar diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku individu, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan mental. Dukungan keluarga, akses layanan kesehatan, serta kepedulian sosial menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa.

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan berat atau tanda-tanda gangguan mental, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan terdekat. Dukungan kecil bisa menjadi penyelamat besar.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus pesan kuat: kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan tidak boleh diabaikan.

 

***

(24 April 2026)