Queensha.id – Jepara,

 

Sejarah baru terukir di Bumi Kartini. Ribuan pedagang bersama masyarakat Kecamatan Bangsri bersiap menggelar hajatan besar dalam rangka perpindahan resmi ke Pasar Baru Bangsri, Rabu (29/4). Momentum ini tidak sekadar relokasi, tetapi dirancang sebagai pesta rakyat yang sarat makna religi, budaya, dan semangat ekonomi baru.

Perjalanan panjang Jepara sebagai Kota Ukir sejak 1549 hingga 2026 menjadi latar simbolik dari gelaran akbar ini. Pemerintah Kabupaten Jepara mengemas peristiwa tersebut sebagai tonggak kebangkitan ekonomi lokal, khususnya bagi para pedagang pasar tradisional.

 

Dihadiri Bupati hingga Ulama Kharismatik

Acara ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Ibnu Hajar. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan sektor perdagangan rakyat.

Untuk menambah keberkahan, pengajian umum akan menghadirkan ulama kharismatik Jawa Tengah, KH Makrus Ali, yang dijadwalkan memberikan tausiyah pada puncak acara.

 

Kirab Budaya hingga Gambus, Bangsri Siap Bergemuruh

Sejak pagi, kawasan Bangsri akan dipenuhi nuansa semarak lintas budaya. Kirab budaya kolosal menjadi daya tarik utama dengan menghadirkan beragam kesenian seperti Reog, Barongsai, Terbang Jidur, hingga drum band.
Tak hanya itu, nuansa religius juga akan terasa melalui lantunan gambus dari Demak, serta rangkaian pembukaan berupa khataman Al-Qur’an oleh para hafiz dan hafizah.

 

Doorprize Tak Biasa: Kios hingga Sepeda Listrik

Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah pembagian doorprize bagi peserta. Tidak sekadar hadiah biasa, panitia menyiapkan satu unit kios di pasar baru sebagai hadiah utama, serta sepeda listrik untuk mendukung mobilitas pedagang.

 

Rangkaian Acara Sehari Penuh

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan khataman Al-Qur’an di lokasi pasar. Siang harinya, kirab budaya akan dimulai dari Terminal Bangsri menuju pasar baru. Puncak acara berlangsung pukul 14.00 WIB dengan pengajian umum, dilanjutkan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya aktivitas perdagangan di lokasi baru.

 

Wajib Ikut Kirab, Pedagang Diminta Kompak

Panitia mengimbau seluruh pedagang untuk mengikuti prosesi kirab sebagai simbol kebersamaan dalam memulai lembaran baru. Peserta juga diminta mengenakan pakaian serba putih atau busana sopan sebagai bentuk keseragaman dan kekhidmatan acara.

 

Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Perpindahan ke Pasar Baru Bangsri bukan sekadar perubahan lokasi, tetapi juga menjadi simbol transformasi ekonomi masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih tertata, pemerintah berharap aktivitas perdagangan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

“Ini bukan sekadar pindahan, tetapi awal dari semangat baru. Mari kita sambut dengan rasa syukur dan optimisme,” menjadi pesan yang digaungkan dalam gelaran tersebut.

Bangsri pun bersiap menjadi saksi perayaan besar yang memadukan tradisi, religi, dan harapan yang merupakan sebuah awal baru bagi denyut ekonomi rakyat Jepara.

 

***
(29 April 2026)