Queensha.id – Rembang,
Sebuah video yang diunggah akun kemanusiaan Purnomo Belajar Baik pada Rabu (29/04/2026) mengguncang jagat maya. Bukan sekadar kisah haru kelahiran, melainkan potret getir pasangan muda yang harus menukar kebahagiaan dengan beban utang demi menyambut buah hati mereka.
Pasangan itu adalah Muhammad Yusuf, sopir truk asal Mojokerto yang bekerja di Pati, dan istrinya, Itsiharo, warga Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Kelahiran yang seharusnya menjadi momen paling membahagiakan, justru berubah menjadi tekanan berat setelah keduanya tak mampu melunasi biaya persalinan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang yang mencapai Rp 8 juta.
Jaminan Demi Pulang
Dalam kondisi terdesak, keluarga mengambil langkah yang tak mudah. Mereka terpaksa menjaminkan KTP milik suami serta BPKB sepeda motor milik tetangga kos di Batangan, Pati, agar ibu dan bayi bisa diperbolehkan pulang.
Keputusan itu diambil bukan tanpa risiko, melainkan sebagai jalan terakhir di tengah keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi.
Bayi Sakit, Orang Tua Terhimpit
Ironisnya, penderitaan tak berhenti di situ. Bayi yang baru lahir tersebut diketahui mengalami sakit kuning dan membutuhkan perhatian serius.
Namun, kondisi ekonomi membuat perawatan optimal menjadi tantangan tersendiri.
Dalam video yang beredar, Purnomo menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya membantu, meski belum mampu menanggung seluruh biaya.
“Saya bisa membantu, tapi tidak maksimal menanggung semua. Bagi pemerintah mungkin ini kecil, tapi bagi warga seperti mereka ini sangat besar,” ungkapnya.
Ketukan Hati untuk Pemerintah
Kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem perlindungan sosial, khususnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kecil.
Purnomo secara terbuka meminta perhatian dari manajemen RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, serta mengetuk hati Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk turun tangan.
Sorotan publik pun mengarah pada pertanyaan besar yaitu bagaimana mungkin di tengah berbagai program jaminan kesehatan, masih ada warga yang harus menjaminkan identitas dan aset demi biaya persalinan?
Cermin Realitas yang Menyakitkan
Peristiwa ini bukan sekadar kisah individu, melainkan cerminan realitas yang masih terjadi di lapangan dan ketika akses layanan kesehatan belum sepenuhnya menjangkau semua lapisan masyarakat.
Di balik tangis bayi yang baru lahir, tersimpan kegelisahan orang tua yang harus berjuang bukan hanya untuk kesehatan anaknya, tetapi juga untuk keluar dari jerat biaya yang mencekik.
Kini, publik menanti yaitu akankah ada langkah cepat dari pemerintah, atau kisah seperti ini akan terus berulang tanpa solusi nyata?
***
(30 April 2026)

Tinggalkan Balasan