Queensha.id – Film & Sinetron,

 

Kemunculan ponsel flagship terbaru dalam tayangan sinetron kerap menarik perhatian penonton. Hal itu terlihat dalam adegan sinetron Terikat Janji di RCTI, ketika karakter Sena yang diperankan Arya Saloka tampak menggunakan ponsel premium Samsung Galaxy S25 Ultra.

Dalam salah satu adegan, Sena (Arya Saloka) terlihat menunggu Davina (Asha Assuncao) di halaman kantor Kusuma Food untuk meminta maaf. Momen tersebut menjadi sorotan bukan hanya karena alur cerita yang menegangkan, tetapi juga karena perangkat yang digunakan sang aktor.

Pada adegan itu, Davina tampak mengikuti Sena karena curiga terhadap seorang perempuan yang dikunjungi. Ia mengira perempuan tersebut adalah kekasih Sena. Namun, dalam alur cerita, Sena justru tengah menjalankan tugas sebagai intelijen kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan peracunan yang berujung kematian.

Di tengah ketegangan adegan tersebut, ponsel yang digunakan Sena menarik perhatian warganet. Perangkat yang diduga adalah Samsung Galaxy S25 Ultra itu dikenal sebagai salah satu smartphone premium yang dirilis awal 2025.

Ponsel ini mengusung layar 6,9 inci Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz, serta dilindungi teknologi terbaru Gorilla Armor. Dari sisi performa, perangkat ini ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite for Galaxy dengan RAM 12GB, menjadikannya salah satu yang tercepat di kelasnya.

Di sektor kamera, Galaxy S25 Ultra dibekali kamera utama 200MP dan ultra-wide 50MP, serta fitur 100x Space Zoom yang menjadi andalan Samsung. Selain itu, teknologi Galaxy AI yang disematkan juga menghadirkan fitur canggih seperti Audio Eraser dan AI Select.

Di Indonesia, harga perangkat ini berada di kisaran Rp17,7 juta hingga Rp19,8 juta, menjadikannya bagian dari segmen ponsel flagship premium.

Penggunaan ponsel tersebut oleh aktor papan atas seperti Arya Saloka pun dinilai semakin memperkuat citra eksklusif perangkat ini di mata publik. Tak sedikit penonton yang mengaitkan kemunculan gadget tersebut sebagai bagian dari tren gaya hidup modern yang ditampilkan dalam sinetron.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tayangan televisi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang promosi tidak langsung bagi produk teknologi, khususnya di kalangan selebritas dan figur publik.

 

***
(Queensha Jepara | 2 Mei 2026)