Queensha.id – Jepara,
Fenomena “blayer-blayer” motor kembali menjadi sorotan di Kabupaten Jepara. Aksi memainkan gas motor secara berulang hingga menimbulkan suara bising ini dinilai semakin meresahkan warga, terutama di kawasan permukiman padat.
Melalui kampanye resmi dari Satuan Lalu Lintas Polres Jepara, masyarakat yaitu khususnya para pengendara muda sehingga diimbau untuk menghentikan kebiasaan tersebut demi menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
Apa Itu Blayer Motor dan Kenapa Dilarang?
Blayer atau “blipping gas” adalah tindakan menarik gas motor secara agresif dalam kondisi diam atau melaju pelan, yang menghasilkan suara knalpot keras dan mengganggu.
Di jalan raya atau lingkungan warga, aksi ini bukan sekadar gaya, tapi bisa berdampak serius:
– Mengganggu ketenangan masyarakat, terutama lansia dan anak-anak.
– Memicu konflik sosial antar warga.
– Berpotensi memancing aksi balap liar.
– Melanggar aturan lalu lintas terkait kebisingan dan ketertiban umum.
Tak heran, pihak kepolisian kini semakin tegas melakukan edukasi hingga penindakan terhadap pelaku.
Polisi: Ini Bukan Sekadar Hobi, Tapi Soal Etika
Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Royke Noldy Darean, menegaskan bahwa kebiasaan blayer tidak bisa lagi dianggap sepele.
“Kami tidak melarang hobi otomotif. Tapi jika dilakukan di lingkungan warga dengan cara yang mengganggu, itu jelas melanggar norma dan aturan. Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak menyalurkan hobi,” tegasnya, Sabtu (2/5).
Ia juga menambahkan bahwa ketertiban lalu lintas adalah cerminan kedewasaan masyarakat dalam menjaga ruang bersama.
Ada Solusi: Hobi Disalurkan di Event Resmi
Di tengah maraknya fenomena ini, hadir kabar baik bagi pecinta motor, khususnya penggemar mesin 2-tak.
Event 2 Stroke Attack Motofest Series akan digelar di Ourland Park Jepara pada 3 Mei 2026, menjadi wadah resmi bagi komunitas motor untuk menyalurkan hobi secara positif.
Ajang ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Dalam event serupa sebelumnya, ribuan pecinta motor 2-tak dari berbagai daerah berkumpul mengikuti:
– Kontes modifikasi motor.
– Kompetisi blayer dan dragbike.
– Gathering komunitas.
– Bazaar otomotif dan UMKM.
– Hiburan musik dan meet up komunitas.
Event ini menjadi bukti bahwa hobi otomotif bisa diarahkan ke kegiatan yang lebih tertib, kreatif, dan bernilai ekonomi.
Pesan untuk Warga Jepara
Dengan adanya event resmi seperti ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa:
– Hobi tetap bisa tersalurkan tanpa mengganggu orang lain.
– Jalan raya bukan arena unjuk kebolehan.
– Lingkungan warga harus dijaga kenyamanannya.
Polres Jepara pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
“Kalau ingin menyalurkan adrenalin, silakan di tempat yang tepat. Jangan di jalan kampung atau depan rumah warga. Keselamatan dan kenyamanan itu tanggung jawab kita bersama,” pungkas AKP Royke.
Fenomena blayer mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Namun bagi masyarakat luas, itu bisa menjadi gangguan serius. Kini, pilihan ada di tangan generasi muda Jepara: tetap jadi sumber keresahan, atau beralih menjadi bagian dari komunitas otomotif yang berkelas dan beretika.
***
(03 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan