Queensha.id – Jakarta,
Penyakit lambung kronis atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) semakin menjadi perhatian serius di tengah gaya hidup modern. Gejala seperti sensasi terbakar di dada, jantung berdebar, hingga sesak napas kerap disalahartikan sebagai serangan jantung, sehingga memicu kepanikan berlebihan pada penderitanya.
Berangkat dari pengalaman pribadi yang menegangkan, Dera Nur Tresna, M.Kes, menghadirkan inovasi kesehatan berupa produk makanan fungsional bernama Nutriged. Inovasi ini lahir dari perjalanan panjang menghadapi kondisi GERD yang dialami suaminya.
Pengalaman Pribadi yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 2019, suami Dera mengalami serangan GERD parah di tengah malam. Kondisi tersebut ditandai dengan napas tersengal dan jantung berdebar hebat, yang membuat situasi terasa seperti berada di ambang kematian.
“Pikiran saya kosong. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” ungkap Dera.
Selama dua tahun menjalani pengobatan, ketergantungan terhadap obat medis justru memicu dampak lanjutan berupa gangguan psikologis, seperti kecemasan berlebih dan ketakutan akan kematian. Upaya alternatif melalui jamu herbal dan diet ketat yang tidak tepat bahkan memperburuk kondisi pasien.
Pendekatan Ilmiah: Nutrigenomik Jadi Kunci
Melihat kondisi tersebut, Dera mulai menerapkan pendekatan berbasis nutrigenomik, yakni studi yang mengkaji hubungan antara nutrisi dan genetika tubuh manusia.
Pendekatan ini menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu:
– Pola makan.
– Pola hidup.
– Pola pikir.
Metode ini terbukti mampu memperbaiki kondisi pasien secara menyeluruh (holistik), tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental.
Lahirnya Nutriged: Inovasi Makanan Fungsional
Dalam proses pemulihan, tantangan terbesar adalah menemukan makanan yang aman bagi penderita GERD namun tetap memiliki rasa yang dapat diterima. Melihat celah tersebut, Dera bekerja sama dengan Ramdani, seorang pakar nutraceutical, untuk melakukan riset mendalam pada tahun 2024.
Hasilnya adalah Nutriged, sebuah produk makanan kesehatan fungsional yang dirancang khusus untuk membantu pemulihan lambung.
Formulasi Nutriged menggabungkan berbagai bahan dengan mekanisme kerja spesifik, antara lain:
– Umbi ararut untuk melapisi dinding lambung.
– Kombinasi oat dan rumput laut yang membentuk “rafting gel” guna mencegah naiknya asam lambung.
– Susu kambing etawa untuk membantu menetralkan asam.
– VCO (Virgin Coconut Oil) yang secara klinis dikenal mampu melawan bakteri Helicobacter pylori.
“Makanan ini dirancang bukan untuk memusuhi asam lambung, tetapi membantu lambung pulih secara alami,” tegas Dera.
Harapan Baru bagi Pejuang GERD
Kehadiran Nutriged diharapkan tidak sekadar menjadi produk komersial, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat Indonesia yang berjuang melawan GERD. Dengan pendekatan berbasis ilmu dan pengalaman nyata, inovasi ini membuka harapan baru dalam meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit lambung kronis.
Di tengah meningkatnya kasus GERD akibat pola hidup modern, inovasi seperti Nutriged menjadi bukti bahwa pengalaman pribadi dapat melahirkan solusi kesehatan yang berdampak luas.
***
(05 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan