Queensha.id – Jepara,

 

Kasus penusukan brutal terhadap pedagang es degan di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, mulai menemui titik terang. Pelaku yang sempat membuat warga resah kini dipastikan telah teridentifikasi dan menjadi target pengejaran intensif Satreskrim Polres Jepara.

 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pelaku tidak akan bisa bersembunyi lama. Tim buser saat ini terus bergerak melakukan pelacakan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian tersangka.

 

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar, mengatakan identitas pelaku sudah sepenuhnya dikantongi penyidik setelah proses penyelidikan mendalam dilakukan sejak insiden berdarah itu terjadi.

 

“Identitas sudah ada di tangan kami. Tim sedang melakukan pengejaran intensif di lapangan. Kami imbau pelaku untuk segera menyerahkan diri karena pelarian ini hanya tinggal menunggu waktu,” tegas AKP Faizal, Kamis (14/5/2026).

 

 

Rekaman CCTV Jadi Petunjuk Penting

Terangnya identitas pelaku tidak lepas dari kerja cepat aparat kepolisian dalam melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengumpulkan sejumlah bukti digital dari rekaman CCTV di sekitar warung es degan “Rembo 2709” yang menjadi lokasi kejadian.

 

Dari hasil rekaman tersebut, ciri-ciri pelaku hingga kendaraan yang digunakan terlihat cukup jelas. Bukti visual itu menjadi salah satu kunci utama dalam mempersempit pergerakan pelaku.

 

Tak hanya itu, korban penusukan bernama Rudi Hartono (45) juga sempat memberikan keterangan penting kepada penyidik sebelum menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

Gabungan antara rekaman CCTV dan pengakuan korban membuat arah penyelidikan semakin mengerucut hingga polisi akhirnya berhasil mengantongi identitas pelaku.

 

 

Luka Mengerikan, Nyawa Korban Berhasil Diselamatkan

Peristiwa penusukan tersebut sempat membuat warga sekitar shock lantaran korban mengalami luka robek cukup serius di bagian tubuhnya. Salah satu luka di bagian dada bahkan disebut mencapai panjang sekitar 10 sentimeter.

 

Meski demikian, kondisi Rudi Hartono kini dilaporkan terus membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif di RS PKU Muhammadiyah Mayong.

 

Beruntung, tiga luka tusukan yang diterima korban tidak sampai mengenai organ vital sehingga nyawanya berhasil diselamatkan.

 

Hingga kini, masyarakat Mayong masih menanti kabar penangkapan pelaku yang telah menebar ketakutan di lingkungan sekitar. Polisi memastikan proses pengejaran terus dilakukan dan perkembangan terbaru akan segera diumumkan kepada publik setelah pelaku berhasil diringkus.

 

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keamanan lingkungan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindak kriminal yang dapat terjadi kapan saja.

 

***

(Queensha Jepara, 14 Mei 2026)