Queensha.id – Jepara,
Cuaca ekstrem kembali memakan korban di wilayah perairan Kabupaten Jepara. Seorang nahkoda kapal wisata dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat mengemudikan kapal penyeberangan dari Pulau Panjang menuju Dermaga Wisata Pantai Bandengan, Kamis (14/5/2026) sore.
Peristiwa tragis tersebut sontak mengejutkan warga serta pelaku wisata bahari di kawasan Pantai Bandengan.
Korban diketahui bernama Aji Santoso bin Suparman (25), warga Desa Ngeling RT 03 RW 04, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Ia bekerja sebagai nahkoda Kapal Wisata Bahari 01 yang biasa melayani penyeberangan wisatawan menuju Pulau Panjang.
Cuaca Mendadak Memburuk di Tengah Laut
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat korban mengantarkan penumpang dari Dermaga Pantai Bandengan menuju Pulau Panjang menggunakan Kapal Wisata Bahari 01.
Setelah menurunkan penumpang, korban sempat menunggu di area dermaga Pulau Panjang sebelum kembali berlayar menuju Pantai Bandengan sekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa penumpang.
Dalam perjalanan pulang, posisi kapal korban berada tepat di belakang Kapal Wisata Bahari 25 yang dinakhodai saksi Moh. Ali Irwan.
Namun nahas, ketika kapal berada sekitar 300 meter di utara Dermaga Pantai Bandengan sekitar pukul 15.30 WIB, cuaca mendadak berubah drastis. Langit menggelap disertai suara gemuruh petir yang datang begitu cepat.
Tak lama kemudian, petir menyambar tubuh korban saat masih berada di atas kapal.
Saksi Mata Lihat Langsung Sambaran Petir
Salah seorang saksi mata bernama Andreyanto yang berada di dermaga melihat langsung momen mengerikan tersebut.
Ia kemudian segera memberitahukan kejadian itu kepada Purwantono yang berada di jembatan menuju dermaga.
Mengetahui adanya insiden tersebut, Moh. Ali Irwan bersama Andreyanto langsung bergerak cepat memberikan pertolongan dan membantu proses evakuasi korban.
Kapal korban kemudian diarahkan menuju kawasan Pantai Pasir Putih agar proses penyelamatan lebih mudah dilakukan.
Korban Meninggal di Rumah Sakit
Setelah berhasil dievakuasi dari kapal, korban langsung dilarikan ke RSI Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kabar meninggalnya nahkoda muda tersebut membuat duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama operator wisata bahari, serta masyarakat pesisir Jepara.
Jadi Pengingat Bahaya Cuaca Ekstrem di Laut
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat serius bagi nelayan maupun operator wisata laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di wilayah perairan Jepara.
Aktivitas pelayaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai memiliki risiko tinggi, terutama saat terjadi hujan disertai petir di kawasan laut terbuka.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.
***
Jepara News/AR.
(Queensha Jepara, 14 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan