Queensha.id – Kuliner,

 

Mie instan kini menjadi makanan favorit miliaran orang di berbagai negara. Praktis, murah, dan memiliki banyak varian rasa membuat makanan ini begitu populer, mulai dari anak kos, pekerja, hingga keluarga di rumah.

Namun di balik kepopulerannya, sejarah mie ternyata sangat panjang. Banyak orang belum mengetahui bahwa mie pertama di dunia sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok, sementara mie instan modern baru ditemukan pada abad ke-20 di Jepang.

Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki sosok penting di balik kelezatan mie instan dunia, yakni Nunuk Nuraini, ilmuwan pangan pencipta rasa legendaris Indomie Goreng.

 

Mie Pertama di Dunia Berasal dari Tiongkok

Sejarah mencatat mie pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar 4.000 tahun silam. Penemuan tersebut terungkap dari situs arkeologi di Lajia, Qinghai, berupa mangkuk berisi mie kuno yang terbuat dari tepung millet.

Penemuan ini menjadi bukti bahwa masyarakat kuno sudah mengenal olahan berbahan dasar tepung jauh sebelum mie menyebar ke berbagai negara Asia hingga Eropa.

Seiring perkembangan zaman, mie kemudian menjadi bagian penting budaya kuliner dunia dengan berbagai bentuk dan rasa.

 

Penemu Mie Instan Modern dari Jepang

Mie instan seperti yang dikenal saat ini pertama kali ditemukan oleh seorang pria Jepang bernama Momofuku Ando pada tahun 1958.

Ia menciptakan produk bernama Chicken Ramen sebagai solusi krisis pangan pasca Perang Dunia II di Jepang. Saat itu, masyarakat membutuhkan makanan murah, tahan lama, dan mudah disajikan.

Melalui perusahaan Nissin Foods, Momofuku Ando berhasil memperkenalkan konsep mie cepat saji yang kemudian mendunia.

Penemuan tersebut mengubah industri makanan global dan menjadi awal lahirnya berbagai merek mie instan di banyak negara.

 

Indonesia Punya Sosok Penting di Balik Rasa Indomie

Jika Jepang dikenal sebagai pencipta mie instan modern, Indonesia memiliki sosok penting di balik cita rasa mie instan yang mendunia, yakni Nunuk Nuraini.

Perempuan kelahiran Bandung tersebut dikenal sebagai ilmuwan pangan yang berjasa menciptakan berbagai varian rasa mie instan terkenal, terutama Indomie Goreng.

Karena kontribusinya yang luar biasa, ia dijuluki “Mother of Indomie” oleh banyak netizen Indonesia.

 

Sosok di Balik Kelezatan Indomie Goreng

Nunuk Nuraini merupakan lulusan bidang teknologi pangan dari Universitas Padjadjaran.

Ia bekerja di Indofood sebagai manajer pengembangan rasa selama hampir tiga dekade.

Pada tahun 1982, Nunuk berhasil mengembangkan rasa Indomie Goreng yang kemudian menjadi salah satu mie instan paling terkenal di dunia.

Menariknya, varian tersebut dikenal sebagai mie goreng instan “kering” pertama yang memiliki cita rasa khas perpaduan kecap, bawang goreng, dan rempah Nusantara.

Selain Indomie Goreng, Nunuk juga menciptakan berbagai rasa lain seperti:

– Kari ayam.

– Rendang.

– Soto.

– Sambal matah.

Cabai hijau.

– Telur asin.

Karyanya membuat Indomie diterima di berbagai negara, termasuk Nigeria, Australia, Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Eropa.

 

Indomie Mendunia hingga Masuk Daftar Ramen Instan Terbaik

Popularitas Indomie terus meningkat secara global. Bahkan salah satu media besar Amerika Serikat, Los Angeles Times, pernah memasukkan Indomie dalam daftar ramen instan terbaik dunia.

Hingga kini, produk Indomie telah dipasarkan di lebih dari 80 negara dan menjadi salah satu produk Indonesia paling dikenal di dunia internasional.

 

Nunuk Nuraini Dijuluki Pahlawan Anak Kos

Sosok Nunuk Nuraini mulai dikenal luas publik setelah berbagai kisah tentang dirinya viral di media sosial. Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahkan pernah menyebutnya sebagai “pahlawan anak kos” karena jasanya menghadirkan makanan murah dan digemari banyak orang.
Meski menjadi sosok penting di balik produk legendaris, Nunuk dikenal jarang tampil di depan publik.

Ia meninggal dunia pada 27 Januari 2021 dan meninggalkan warisan besar bagi industri kuliner Indonesia.

 

Dari Makanan Darurat Jadi Bagian Budaya Populer

Kini mie instan bukan sekadar makanan cepat saji. Di berbagai negara, mie instan sudah menjadi bagian budaya populer yang hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mulai dari warung sederhana hingga restoran modern, kreasi berbahan mie instan terus berkembang dan digemari lintas generasi.

Di Indonesia sendiri, mie instan bahkan sering dianggap sebagai “penyelamat akhir bulan” bagi banyak orang.

 

***
Queensha Jepara, 18 Mei 2026.