Queensha.id – Jepara,
Sejumlah perusahaan besar di Kabupaten Jepara mulai melakukan langkah efisiensi tenaga kerja di tengah melemahnya kondisi ekonomi global dan menurunnya permintaan pasar ekspor. Dampaknya, ribuan pekerja terancam dirumahkan hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jepara karena sebagian besar industri padat karya di daerah ini sangat bergantung pada pasar luar negeri.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait efisiensi tenaga kerja dari beberapa perusahaan.
“PHK ini kan selalu laporan ke kami, dan itu ada alasannya. Biasanya yang kita terima itu karena pelanggaran disiplin, kalau akhir-akhir ini karena efisiensi,” ujar Zamroni, Senin (18/5/2026).
PT HWI Jepara Rencanakan Efisiensi 4.000 Karyawan
Salah satu perusahaan yang disebut akan melakukan efisiensi besar-besaran adalah PT Hwaseung Indonesia atau PT HWI.
Perusahaan manufaktur tersebut dikabarkan berencana melakukan efisiensi terhadap sekitar 4.000 karyawan secara bertahap.
Kepala Bidang Tenaga Kerja
Diskopukmnakertrans Jepara, Akhmad Taufik, menjelaskan langkah tersebut dipicu menurunnya jumlah pesanan dari pasar global.
“Di PT HWI itu karena ordernya sedikit berkurang imbas kondisi global yang saat ini, sehingga berencana melakukan efisiensi. Dan tidak ada perekrutan karyawan baru,” jelas Taufik.
Menurutnya, penurunan order ekspor membuat perusahaan harus menekan biaya operasional agar kondisi keuangan tetap stabil.
PT Samwon Busana Indonesia Juga Lakukan Pengurangan Pekerja
Selain PT HWI, PT Samwon Busana Indonesia juga dilaporkan berencana merumahkan sekitar 120 pekerja.
Efisiensi di perusahaan tersebut disebut dipicu kerugian akibat target produksi yang tidak tercapai.
“Misalnya, satu karyawan ditarget menyelesaikan 10 pakaian, namun hanya mampu menyelesaikan 7 hingga 8 pakaian, sehingga untuk menutup target harus lembur dan ada pengurangan karyawan,” terang Taufik.
Saat ini, proses efisiensi di PT Samwon masih berlangsung dan masuk tahap PHK.
Dampak Ekonomi Global Mulai Terasa di Jepara
Situasi ekonomi dunia yang belum stabil mulai memberi dampak nyata terhadap industri padat karya di Kabupaten Jepara.
Perusahaan yang bergantung pada pasar ekspor kini menghadapi:
– Penurunan permintaan barang.
– Berkurangnya order produksi.
– Tekanan biaya operasional.
– Kenaikan biaya produksi.
– Penyesuaian jumlah tenaga kerja.
Industri garmen dan manufaktur menjadi sektor yang paling rentan terdampak karena sangat bergantung pada pasar internasional.
Pemkab Jepara Awasi Hak-Hak Pekerja
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Diskopukmnakertrans menyatakan akan terus memantau proses efisiensi yang dilakukan perusahaan agar hak-hak pekerja tetap terpenuhi sesuai aturan ketenagakerjaan.
Hak pekerja yang wajib dipenuhi meliputi:
– Pesangon.
– Upah terakhir.
– Jaminan sosial tenaga kerja.
– Hak cuti dan tunjangan lainnya.
Pemerintah juga mendorong perusahaan agar tetap mengedepankan komunikasi dengan pekerja sebelum mengambil keputusan PHK massal.
Kekhawatiran Gelombang Pengangguran Baru
Rencana efisiensi ribuan pekerja ini memunculkan kekhawatiran baru di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Jika gelombang PHK terus meluas, dampaknya diperkirakan akan memengaruhi:
– Daya beli masyarakat.
– Stabilitas ekonomi keluarga pekerja.
– Tingkat pengangguran di Jepara.
– Pertumbuhan ekonomi daerah.
Banyak warga berharap kondisi ekspor global segera membaik agar industri di Jepara kembali stabil dan mampu menyerap tenaga kerja seperti sebelumnya.
Industri Padat Karya Jadi Tulang Punggung Jepara
Selama ini, industri padat karya seperti garmen, alas kaki, dan manufaktur menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Jepara.
Ribuan warga menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut, sehingga kebijakan efisiensi perusahaan sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mencari solusi jangka panjang, termasuk membuka peluang investasi baru dan memperluas lapangan pekerjaan alternatif bagi warga terdampak.
***
Queensha Jepara, 19 Mei 2026.
- berita PHK Jepara
- Buruh
- Diskopukmnakertrans
- Diskopukmnakertrans Jepara
- efisiensi karyawan Jepara
- Ekonomi Global
- ekonomi global berdampak ke Jepara
- Ekspor
- Industri Jepara
- industri padat karya Jepara
- Jepara
- kondisi ekspor Jepara
- PHK
- PHK Jepara 2026
- PT HWI
- PT HWI Jepara
- PT Samwon Busana Indonesia
- ribuan karyawan terancam PHK
- Tenaga Kerja

Tinggalkan Balasan