Queensha.id – Jepara,

 

Maraknya kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius masyarakat. Mulai dari kecelakaan tunggal akibat pengendara mengantuk hingga tabrakan maut yang menelan korban jiwa, kejadian demi kejadian terus terjadi di jalan raya.

Fenomena ini memunculkan kesadaran baru di tengah masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan berkendara, bukan hanya melalui kehati-hatian dan kepatuhan aturan lalu lintas, tetapi juga melalui doa sebelum melakukan perjalanan.

Dalam ajaran Islam, doa sebelum bepergian atau berkendara merupakan sunnah yang dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari bahaya di jalan.

 

Kecelakaan di Jepara Masih Didominasi Faktor Manusia

Sejumlah kasus kecelakaan di Jepara belakangan ini banyak dipicu faktor kelalaian pengendara.

Mulai dari:

  • Mengantuk saat berkendara
  • Kurang konsentrasi
  • Kelelahan
  • Berkendara terlalu cepat
  • Tidak mematuhi aturan lalu lintas

menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan.

Kasus terbaru terjadi di Jalan Raya Welahan–Mayong, Desa Ketileng, Kecamatan Welahan, ketika seorang pengendara Honda Scoopy diduga mengantuk hingga kehilangan kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan.

Selain itu, beberapa kecelakaan maut lainnya juga sempat terjadi di wilayah Ngabul hingga depan sekolah di Jepara yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin diingatkan pentingnya kewaspadaan saat berkendara.

 

Doa Berkendara dalam Islam

Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan membaca doa sebelum melakukan perjalanan.

Doa tersebut bersumber dari Al-Qur’an Surat Az-Zukhruf ayat 13–14 yang juga banyak dijelaskan para ulama Indonesia.

Bacaan doa berkendara yang umum dibaca adalah:

“Subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamunqolibun.”

Artinya:

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.”

Doa tersebut menjadi bentuk tawakal dan permohonan perlindungan selama perjalanan.

 

Ulama Indonesia Ingatkan Doa Harus Disertai Ikhtiar

Sejumlah ulama Indonesia menegaskan bahwa doa keselamatan berkendara sangat penting, namun tetap harus dibarengi dengan ikhtiar dan kehati-hatian di jalan.

Pendakwah nasional Adi Hidayat pernah menjelaskan bahwa doa berkendara bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kesadaran bahwa keselamatan manusia tetap berada dalam perlindungan Allah SWT.

Namun para ulama juga mengingatkan bahwa berdoa tanpa menjaga keselamatan diri bukanlah sikap yang benar.

Karena itu, pengendara tetap wajib:

  • Memakai helm
  • Mematuhi aturan lalu lintas
  • Tidak ugal-ugalan
  • Tidak bermain ponsel saat berkendara
  • Beristirahat jika lelah

Keselamatan Berkendara Bagian dari Menjaga Nyawa

Dalam pandangan ulama, menjaga keselamatan di jalan termasuk bagian dari menjaga jiwa atau hifdzun nafs yang menjadi salah satu tujuan utama syariat Islam.

Artinya, setiap orang memiliki kewajiban menjaga diri sendiri dan orang lain dari bahaya.

Berkendara secara sembrono tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

 

Doa Memberi Ketenangan Psikologis

Selain bernilai ibadah, membaca doa sebelum berkendara juga dinilai memberikan efek psikologis positif.

Orang yang berdoa biasanya:

  • Lebih tenang
  • Lebih fokus
  • Tidak tergesa-gesa
  • Lebih sadar akan keselamatan

Hal ini penting karena banyak kecelakaan terjadi akibat emosi dan kurang konsentrasi saat berkendara.

 

Polisi Terus Ingatkan Keselamatan Berkendara

Satlantas Polres Jepara juga terus mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan saat di jalan raya.

Pengendara diminta memastikan kondisi tubuh fit sebelum berkendara, terutama saat malam hari atau perjalanan jauh.

Kelelahan dan mengantuk disebut menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan tunggal di wilayah Jepara.

 

Masyarakat Diminta Tidak Hanya Mengandalkan Doa

Meski doa sangat dianjurkan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak hanya bergantung pada doa tanpa memperhatikan faktor keselamatan.

Karena dalam ajaran agama, doa dan usaha harus berjalan bersamaan.

Mulai dari:

  • Memeriksa kendaraan
  • Tidur cukup
  • Berkendara dengan sabar
  • Menghindari emosi di jalan

menjadi bagian penting dari ikhtiar menjaga keselamatan diri.

 

Kesadaran Keselamatan Harus Dibangun Bersama

Maraknya kecelakaan di Jepara diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab semua pihak.

Tidak hanya aparat kepolisian, tetapi juga masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar perlu membangun budaya tertib berlalu lintas demi mengurangi angka kecelakaan yang terus meningkat.

 

***

Queensha Jepara, Rabu, 20 Mei 2026.