Queensha.id – Jepara,

 

Jagat media sosial Facebook tengah dihebohkan dengan beredarnya sejumlah postingan tentang dugaan teror hantu menyerupai pocong di wilayah Jepara.

Beberapa akun Facebook ramai mengunggah foto dengan narasi provokatif bertuliskan:

“Hati-hati lur, teror pocong sudah sampai di Jepara.”

Postingan tersebut langsung memancing perhatian warganet dan menyebar luas di berbagai grup Facebook lokal maupun kolom komentar media sosial.

 

 

Diduga Sengaja Dibuat Demi Viewer dan Pendapatan Konten

Setelah ditelusuri, sebagian akun yang mengunggah konten horor tersebut diketahui telah mengaktifkan fitur profesional atau FB Pro, bahkan beberapa menggunakan halaman khusus (fanpage) dengan jumlah pengikut cukup banyak.

Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa unggahan soal “teror pocong” sengaja dibuat untuk memancing interaksi, komentar, dan meningkatkan jumlah tayangan demi memperoleh pendapatan dari monetisasi konten Facebook.

Dalam beberapa tahun terakhir, fitur monetisasi media sosial memang membuat banyak kreator berlomba-lomba membuat konten viral, termasuk konten horor dan isu mistis yang mudah menarik perhatian publik.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang menilai cara tersebut justru menimbulkan keresahan, terutama bagi warga yang mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

 

Warganet Kritik Konten Pembuat Keresahan

Di kolom komentar, banyak pengguna Facebook justru mengecam unggahan tersebut. Mereka menilai konten horor yang sengaja dibuat heboh hanya akan memicu ketakutan dan memperkeruh suasana masyarakat.

Sebagian netizen menyebut konten seperti itu tidak mendidik dan hanya mengejar sensasi demi keuntungan pribadi.

Ada pula yang meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi viral di media sosial, terutama yang belum memiliki bukti jelas atau sumber terpercaya.

Fenomena viralnya konten mistis di media sosial memang bukan hal baru. Isu penampakan pocong, kuntilanak, hingga teror makhluk halus sering muncul dan cepat menyebar karena memancing rasa penasaran publik.

 

 

Pengamat Sosial Jepara Soroti Dampak Konten Sensasional

Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai fenomena tersebut menunjukkan bagaimana media sosial saat ini sering dimanfaatkan untuk mencari perhatian tanpa mempertimbangkan dampak sosial di masyarakat.

Menurutnya, konten yang sengaja dibuat menakut-nakuti publik demi mengejar viewer atau monetisasi dapat memicu kepanikan, terutama di lingkungan pedesaan yang masih kuat dengan kepercayaan terhadap hal mistis.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap unggahan viral yang belum terverifikasi.

“Media sosial sekarang memang mudah membuat sesuatu jadi heboh. Tapi masyarakat juga harus cerdas memilah mana hiburan, mana fakta. Jangan sampai demi konten, malah membuat warga resah,” ujarnya, Sabtu (23/5).

 

 

Masyarakat Diimbau Bijak Bermedia Sosial

Fenomena viral “teror pocong” di Jepara kembali menjadi pengingat bahwa media sosial dapat dengan cepat membentuk opini publik, meski belum tentu benar adanya.

Masyarakat diimbau tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Selain itu, kreator konten juga diharapkan lebih bertanggung jawab dalam membuat unggahan agar tidak memicu kepanikan atau keresahan sosial.

Di era digital saat ini, konten viral memang mudah mendatangkan perhatian dan keuntungan. Namun di sisi lain, etika dan dampak sosial tetap menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

 

 

***

(Queensha Jepara, 23 Mei 2026)