Queensha.id – JEPARA,

 

Warga pesisir Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di perairan Desa Karangaji pada Minggu (24/5/2026) siang.

Penemuan jasad tersebut bermula saat sejumlah nelayan tengah melaut sekitar pukul 13.14 WIB. Saat berada di tengah perairan, mereka melihat tubuh manusia mengambang di laut.

Tanpa menunggu lama, para nelayan langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu menuju daratan untuk menghindari jasad terbawa arus lebih jauh.

 

 

Warga Padati Lokasi Evakuasi

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga tampak memadati kawasan pesisir Desa Karangaji untuk menyaksikan proses evakuasi korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, tubuh korban masih mengenakan pakaian, namun kondisinya sudah rusak dan robek.

Diduga, kerusakan pakaian tersebut terjadi karena korban telah cukup lama berada di perairan laut.

Selain itu, kondisi wajah korban juga sudah mengalami kerusakan cukup parah sehingga identitasnya belum dapat dikenali secara visual.

Petugas juga tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen lain di sekitar tubuh korban.

 

 

Tato “Yoga” Jadi Petunjuk Identifikasi

Meski belum ditemukan identitas resmi, aparat menemukan satu ciri khusus pada tubuh korban, yakni tato bertuliskan nama “Yoga”.

Ciri tersebut kini menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian dalam upaya mengungkap identitas korban.

Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki dengan ciri tato bertuliskan “Yoga” diminta segera menghubungi aparat berwenang atau mendatangi RSUD RA Kartini Jepara untuk membantu proses identifikasi.

 

 

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Usai dievakuasi, aparat desa bersama relawan langsung berkoordinasi dengan petugas medis dan kepolisian.

Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD RA Kartini Jepara guna penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban maupun penyebab pasti kematiannya.

Polisi juga masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk dugaan korban hanyut di laut maupun kemungkinan adanya unsur lain di balik peristiwa tersebut.

Kasus penemuan mayat ini menjadi perhatian serius aparat karena kondisi korban yang sudah sulit dikenali serta minimnya petunjuk mengenai asal-usul korban.

 

***

Sumber: M8/ucp.

Queensha Jepara, 24 Mei 2026.