Queensha.id – Pati,

 

Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah digegerkan dengan kasus calon pengantin wanita yang kabur bersama kekasihnya jelang akad nikah dan ditemukan berada di kamar hotel di wilayah Jepara.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan keluarga kedua belah pihak serta aparat kepolisian.

Hasil mediasi menyepakati bahwa calon pengantin wanita berinisial NAS (19) akan segera dinikahkan dengan kekasihnya, DF (18), pria yang membawanya kabur sebelum hari pernikahan berlangsung.

 

 

Pernikahan dengan Calon Suami Resmi Dibatalkan

NAS diketahui merupakan warga Dukuh Rambutan, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Sementara DF berasal dari Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu.

Sebelumnya, NAS dijadwalkan menikah dengan seorang pria bernama Musalim pada Kamis (22/5/2026) pagi.

Namun rencana akad nikah tersebut batal setelah NAS diketahui pergi bersama kekasihnya.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menjelaskan bahwa pihak kepolisian memfasilitasi mediasi antara keluarga calon pengantin wanita, calon pengantin pria, serta keluarga DF.

“Calon pengantin pria itu sudah membatalkan, tidak mau dilanjutkan. Kemudian setelah ditemukan dan dibawa ke Polsek, akhirnya disepakati untuk segera dinikahkan dengan pria yang membawanya kabur,” ujar Mujahid, Minggu (24/5/2026).

 

 

Ditemukan di Hotel di Jepara

Kasus ini sebelumnya menghebohkan warga setelah NAS dilaporkan menghilang menjelang hari pernikahan.

Setelah dilakukan pencarian, NAS akhirnya ditemukan bersama DF di sebuah kamar hotel di wilayah Kabupaten Jepara.

Keduanya kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Tlogowungu untuk dimintai keterangan.

Penemuan tersebut langsung menjadi sorotan publik karena terjadi tepat menjelang akad nikah yang sebelumnya telah dipersiapkan keluarga.

 

 

Dua Tahap Mediasi

AKP Mujahid menjelaskan bahwa mediasi dilakukan dalam dua tahap.

Pertama, mediasi digelar antara keluarga NAS dan pihak calon pengantin pria. Dalam pertemuan itu, Musalim memutuskan membatalkan pernikahan.

“Pertama ada mediasi antara keluarga calon pengantin wanita dengan pihak pria. Kemudian mereka sepakat pihak pria membatalkan,” jelas Mujahid.

Selanjutnya, mediasi kedua dilakukan antara keluarga NAS dan keluarga DF, pria yang membawa kabur calon pengantin wanita tersebut.

Dalam pertemuan itu, kedua keluarga sepakat untuk segera menikahkan NAS dan DF dalam waktu dekat sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi.

 

 

Viral dan Jadi Perbincangan Publik

Kasus ini ramai menjadi pembicaraan masyarakat dan viral di media sosial karena dinilai tidak biasa.

Banyak warganet menyoroti pentingnya keterbukaan dalam hubungan sebelum memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan.

Pengamat sosial menilai kasus tersebut menjadi pelajaran bahwa persoalan asmara sebaiknya diselesaikan secara jujur sejak awal agar tidak merugikan banyak pihak, baik secara emosional maupun materiil.

Selain itu, komunikasi antara pasangan dan keluarga juga dianggap penting untuk menghindari konflik yang dapat berdampak luas di masyarakat.

 

***

Queensha Jepara, 24 Mei 2026.