Queensha.id – Jepara,

 

Insiden kebakaran melanda sebuah bangunan oven kayu di kawasan Bandengan RT 16 RW 05, Kabupaten Jepara, Senin (25/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik, namun beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 10.20 WIB setelah adanya laporan dari warga setempat bernama Nur Salim.

Api diduga berasal dari temperatur tinggi pada oven kayu yang digunakan hingga kemudian memicu kobaran api yang cepat membesar.

Petugas pemadam kebakaran dari pos Mako 113 langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari warga. Sebanyak tiga unit armada pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB atau sekitar 10 menit setelah laporan diterima.

Proses pemadaman berlangsung cukup intens mengingat material yang terbakar didominasi bahan mudah terbakar. Kepulan asap tebal sempat terlihat dari lokasi dan menarik perhatian warga sekitar.

Api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 12.00 WIB setelah hampir satu setengah jam proses penanganan dilakukan petugas.

Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 x 8 meter persegi. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp35 juta.

Menurut informasi di lapangan, kondisi pemilik bangunan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami cedera.

Beruntung, api juga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi sehingga potensi kerugian yang lebih besar berhasil dicegah oleh petugas pemadam kebakaran.

Pihak petugas mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menggunakan oven maupun peralatan berbasis panas tinggi, agar lebih memperhatikan standar keamanan dan rutin melakukan pengecekan alat produksi.

“Kami mengingatkan agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh suhu tinggi dan peralatan produksi,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Kebakaran oven kayu ini kembali menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan kerja, terutama bagi usaha yang menggunakan alat pemanas dengan temperatur tinggi.

Situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan terkendali. Warga sekitar pun mulai kembali beraktivitas seperti biasa setelah proses pemadaman selesai dilakukan.

 

***

M8.

(Queensha Jepara, 25 Mei 2026)