Queensha.id – Jepara,

 

 

Aksi pencurian yang menyasar lingkungan sekolah kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini, pelaku membobol SDN 03 Bugel dan PAUD Mekar Sari yang berada di Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kamis (27/5/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WIB oleh salah satu guru SDN 03 Bugel, Agus Reza Indra (40). Saat itu, ia sedang memantau rekaman CCTV sekolah melalui telepon genggamnya dan mendapati pintu ruang guru dalam kondisi terbuka.

Merasa curiga, Agus kemudian segera menghubungi penjaga sekolah, Aswan (42), untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Aswan tiba di sekolah dan mendapati ruang guru sudah dalam kondisi berantakan. Dugaan pencurian pun semakin kuat setelah sejumlah barang di dalam ruangan terlihat berpindah tempat.

Tidak hanya ruang SDN 03 Bugel, pelaku juga diduga membobol ruang PAUD Mekar Sari yang berada dalam satu kompleks pendidikan tersebut. Saat diperiksa, pintu ruang PAUD sudah terbuka dan kondisi di dalam ruangan juga tampak acak-acakan.

Aswan kemudian menghubungi guru PAUD, Suna’ah (50), serta pihak kepala sekolah guna memastikan kondisi dan jumlah barang yang hilang. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kedung untuk ditindaklanjuti.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pelaku membawa kabur uang milik sekolah dan PAUD.

Uang tabungan siswa SDN 03 Bugel sebesar Rp200 ribu yang disimpan di laci guru dilaporkan hilang. Sementara di PAUD Mekar Sari, uang tunai sebesar Rp300 ribu juga raib digondol pelaku.

Dengan demikian, total kerugian akibat aksi pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp500 ribu.

Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, membenarkan adanya kejadian pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan tersebut.

“Iya benar, telah terjadi dugaan pencurian di SDN 03 Bugel dan PAUD Mekar Sari. Kejadian diketahui dari pantauan CCTV oleh salah satu guru, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” jelasnya, Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku. Polisi juga tengah memeriksa saksi-saksi serta mendalami rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian.

“Pelaku masih dalam lidik. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV yang ada,” tambahnya.

Meski nominal kerugian tidak terlalu besar, kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menyasar lingkungan pendidikan dan uang tabungan siswa.

Warga sekitar berharap aparat kepolisian segera berhasil mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah maupun fasilitas umum lainnya di wilayah Jepara.

 

***

M8.

(Queensha Jepara, 27 Mei 2026)