Queensha.id – Jepara,
Insiden rumah warga rusak akibat getaran ekstrem sound horeg saat Festival Takbir Keliling dan Pesta Oncor Bandungrejo 2026 akhirnya mendapat respons resmi dari pihak panitia.
Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Bandungrejo bersama perwakilan panitia festival secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, korban terdampak, hingga pihak kepolisian.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui video resmi yang diunggah pada Rabu (27/5/2026), menyusul viralnya video kerusakan rumah warga di media sosial usai malam takbiran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.
Panitia Akui Ada Dinamika di Lapangan
Dalam video klarifikasi tersebut, pihak panitia mengakui adanya dinamika di lapangan yang menyebabkan penggunaan sound horeg berkapasitas besar tetap masuk ke area festival, meski sebelumnya sudah ada imbauan pembatasan.
Panitia juga mengakui bahwa Polsek Kalinyamatan sejak awal tidak memberikan izin penggunaan sound berskala besar karena dikhawatirkan menimbulkan gangguan keamanan maupun dampak lingkungan sekitar.
Namun tingginya antusiasme peserta dan kedatangan armada sound horeg dari berbagai pihak membuat situasi di lapangan sulit dikendalikan sepenuhnya.
“Kami atas nama panitia memohon maaf atas kejadian yang menimpa rumah Bapak H. Rifai. Ini menjadi pembelajaran besar bagi kami untuk penyelenggaraan tahun berikutnya,” ujar salah satu perwakilan panitia dalam video tersebut.
Panitia Janji Bertanggung Jawab
Selain menyampaikan permohonan maaf, panitia juga memastikan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerusakan material yang terjadi pada rumah warga terdampak.
Rumah milik Bapak H. Rifai dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian plafon hingga kaca akibat getaran keras dari suara sound horeg saat iring-iringan takbir keliling berlangsung.
Pihak panitia menegaskan proses penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dan penuh tanggung jawab.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dianggap menunjukkan sikap dewasa dan berani mengakui kesalahan.
Pemilik Rumah Pilih Damai
Dalam video klarifikasi itu, Bapak H. Rifai selaku pemilik rumah juga turut hadir mendampingi panitia.
Ia menyampaikan apresiasi atas iktikad baik para pemuda Bandungrejo yang langsung bergerak melakukan klarifikasi dan tanggung jawab.
“Kami selaku pemilik rumah berterima kasih kepada seluruh panitia yang mau bertanggung jawab. Masalah itu tidak kami permasalahkan lagi karena panitia mau bertanggung jawab,” ujar H. Rifai.
Pernyataan tersebut disambut positif warga dan netizen karena menunjukkan penyelesaian masalah secara damai tanpa memperpanjang konflik.
Jadi Evaluasi Besar Festival Desa
Kejadian ini sekaligus menjadi evaluasi penting bagi penyelenggaraan festival rakyat di berbagai daerah, khususnya yang menggunakan sound horeg berdaya besar.
Fenomena sound horeg memang belakangan menjadi tren dalam berbagai acara karnaval, takbir keliling, hingga hiburan desa. Namun di sisi lain, penggunaan audio ekstrem juga kerap menuai keluhan warga karena menimbulkan getaran keras, polusi suara, hingga kerusakan bangunan.
Panitia Festival Pesta Oncor Bandungrejo pun berjanji akan melakukan evaluasi total agar acara mendatang lebih aman, kreatif, tertib, dan tetap menghibur masyarakat tanpa merugikan warga sekitar.
Respons Warganet Beragam
Kasus rumah rusak akibat sound horeg di Bandungrejo sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyayangkan penggunaan sound berlebihan dalam kegiatan takbiran yang seharusnya bernuansa religius dan penuh kekhusyukan.
Namun tidak sedikit pula yang mengapresiasi langkah cepat panitia karena berani meminta maaf secara terbuka dan menyelesaikan persoalan dengan cara damai.
Sikap tanggung jawab dari para pemuda PR IPNU dan IPPNU Bandungrejo dinilai menjadi contoh penyelesaian konflik sosial yang dewasa di tingkat desa.
Ke depan, masyarakat berharap tradisi takbir keliling dan pesta rakyat tetap dapat berlangsung meriah tanpa mengabaikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan lingkungan sekitar.
***
SJ.
Queensha Jepara, 27 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan