Queensha.id – Jepara,
Kebakaran hebat melanda sebuah gudang meubel milik warga di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (31/5/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu membuat warga sekitar panik setelah melihat kobaran api disertai asap pekat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
Gudang yang terbakar diketahui milik Moch Fatchur Rokhman (39), warga RT 03/RW 01 Desa Ngabul. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Peristiwa pertama kali diketahui oleh Ahmad Kholid Mawardi (57) yang saat itu hendak berangkat ke mushola untuk menunaikan salat Subuh. Saat melintas, ia melihat kepulan asap dan api yang mulai membesar dari dalam gudang.
Menyadari adanya kebakaran, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik gudang. Dalam waktu singkat, warga berdatangan untuk membantu proses pemadaman sambil menghubungi pihak terkait.
Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Tahunan, Damkar Kabupaten Jepara, serta PT Els Arstindo yang turut mengerahkan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Berkat kerja sama warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Proses pemadaman melibatkan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Damkar Kabupaten Jepara dan satu unit mobil pemadam dari PT Els Arstindo.
Kapolsek Tahunan, AKP Ginyono, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian menyambar serbuk kayu dan material mudah terbakar di dalam gudang.
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari hubungan arus pendek listrik yang kemudian menyulut serbuk kayu dan bahan meubel di dalam gudang,” jelasnya.
Selain bangunan gudang, sejumlah mesin produksi, bahan baku, serta perlengkapan meubel turut mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Gudang Meubel Sangat Rentan Kebakaran
Industri meubel dikenal memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi. Hal ini karena di dalam area produksi maupun penyimpanan terdapat banyak bahan yang mudah terbakar seperti kayu, serbuk kayu, thinner, cat, lem, dan bahan finishing lainnya.
Jika terjadi percikan api kecil akibat korsleting listrik, api dapat dengan cepat membesar dan merembet ke seluruh bangunan.
Kondisi tersebut semakin berbahaya apabila instalasi listrik sudah tua, kabel tidak standar, atau tidak dilakukan pemeriksaan secara berkala.
Cara Mengantisipasi Kebakaran di Gudang Meubel
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha meubel maupun masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Rutin Memeriksa Instalasi Listrik
Pastikan seluruh kabel, stop kontak, dan panel listrik dalam kondisi baik. Hindari penggunaan sambungan listrik berlebihan yang dapat memicu panas berlebih dan korsleting.
2. Membersihkan Serbuk Kayu Secara Berkala
Serbuk kayu merupakan bahan yang sangat mudah terbakar. Area produksi dan gudang harus dibersihkan secara rutin agar tidak terjadi penumpukan.
3. Menyediakan APAR
Setiap gudang maupun tempat usaha sebaiknya memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang mudah dijangkau dan rutin diperiksa masa kelayakannya.
4. Memisahkan Bahan Mudah Terbakar
Cat, thinner, lem, dan bahan kimia lainnya harus disimpan di tempat khusus yang aman serta jauh dari sumber panas maupun instalasi listrik.
5. Memasang Sistem Pengaman Listrik
Penggunaan MCB dan alat pemutus arus otomatis dapat membantu mencegah kebakaran ketika terjadi gangguan listrik.
6. Menyiapkan Jalur Evakuasi
Pemilik usaha perlu menyediakan jalur evakuasi yang jelas serta memberikan edukasi kepada pekerja mengenai prosedur penanganan kebakaran.
7. Mematikan Peralatan Saat Tidak Digunakan
Mesin produksi, kompresor, dan peralatan listrik lainnya sebaiknya dimatikan setelah jam operasional selesai untuk mengurangi risiko korsleting saat malam hari.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan instalasi listrik, khususnya di lokasi yang menyimpan bahan mudah terbakar. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga keselamatan jiwa maupun aset dapat lebih terlindungi.
Peristiwa kebakaran di Desa Ngabul ini menjadi pelajaran berharga bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja, bahkan saat sebagian besar warga masih terlelap menjelang fajar.
***
Queensha Jepara, Minggu, 31 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan