Queensha.id – Jepara,
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memprediksi sebagian wilayah di Provinsi Jawa Tengah baru akan memasuki awal musim kemarau pada Juni 2026. Meski sebagian besar daerah telah lebih dahulu mengalami peralihan musim sejak April dan Mei, masih terdapat sejumlah wilayah yang diperkirakan memasuki musim kemarau pada bulan ini.
Informasi tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat, pemerintah daerah, petani, hingga pelaku usaha yang bergantung pada kondisi cuaca. Pasalnya, musim kemarau sering kali berdampak pada ketersediaan air bersih, produktivitas pertanian, hingga meningkatnya risiko kekeringan.
Berdasarkan Buletin Prediksi Musim Kemarau 2026 yang diterbitkan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, sekitar 20,4 persen wilayah Jawa Tengah telah memasuki awal musim kemarau pada April 2026. Kemudian sebanyak 66,7 persen wilayah mengalami awal musim kemarau pada Mei 2026.
Sementara itu, sisanya sekitar 12,9 persen wilayah Jawa Tengah atau setara 11 daerah diprediksi baru memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Daftar Wilayah Jawa Tengah yang Masuk Musim Kemarau Juni 2026
Wilayah yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau pada Juni 2026 meliputi:
- Kabupaten Purbalingga
- Sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas
- Sebagian besar wilayah Kabupaten Banjarnegara
- Sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan
- Sebagian wilayah Kabupaten Batang
- Sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Tegal
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pemalang
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kebumen
Daerah-daerah tersebut diperkirakan masih menerima curah hujan yang relatif lebih tinggi dibanding wilayah lain di Jawa Tengah pada awal Juni.
Prediksi Curah Hujan Jawa Tengah Selama Juni 2026
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memperkirakan sebagian besar wilayah provinsi ini akan mengalami curah hujan kategori rendah selama Juni 2026, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian atau periode 10 harian.
Namun demikian, beberapa wilayah masih berpotensi menerima curah hujan kategori menengah antara 51 hingga 75 milimeter per dasarian.
Wilayah yang diperkirakan masih berada pada kategori curah hujan menengah antara lain:
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Batang
- Sebagian wilayah Kabupaten Brebes
- Sebagian wilayah Kabupaten Pemalang
- Sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara
- Sebagian wilayah Kabupaten Kendal
Dasarian II Juni 2026
Memasuki periode 11 hingga 20 Juni 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih didominasi curah hujan rendah.
Sementara beberapa wilayah yang diperkirakan masih mengalami curah hujan kategori menengah meliputi:
- Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap
- Sebagian wilayah Kabupaten Banyumas
- Sebagian wilayah Kabupaten Purbalingga
- Sebagian wilayah Kabupaten Pemalang
- Sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan
- Sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Purworejo
Dasarian III Juni 2026
Pada periode 21 hingga 30 Juni 2026, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah.
Hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas yang masih berpotensi mengalami curah hujan kategori menengah.
Potensi Kekeringan Mulai Perlu Diwaspadai
Dengan semakin meluasnya wilayah yang memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya pasokan air bersih dan meningkatnya risiko kekeringan.
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Petani perlu menyesuaikan pola tanam serta memperhatikan ketersediaan sumber air irigasi agar produktivitas lahan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan mulai memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan guna mengantisipasi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Curah Hujan Rendah Diprediksi Berlanjut Hingga Juli
Berdasarkan prediksi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, kondisi curah hujan kategori rendah berpotensi berlanjut pada dasarian I Juli 2026 atau periode 1 hingga 10 Juli 2026 di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kondisi ini menandakan musim kemarau akan semakin menguat pada awal semester kedua tahun 2026. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dan menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang lebih panjang.
***
(Queensha Jepara, 1 Juni 2026)

Tinggalkan Balasan