Queensha.id – Jepara,

 

Polemik terkait penyelenggaraan hiburan di Lapangan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terus menjadi perhatian masyarakat. Menyusul munculnya surat penolakan dari sejumlah warga, Pemerintah Desa Ngabul berencana menggelar rapat koordinasi bersama berbagai unsur masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tahunan untuk mencari solusi terbaik.

Petinggi Desa Ngabul, Sholekhan, S.E., M.H., mengatakan pihaknya akan mengundang berbagai elemen masyarakat dalam forum tersebut, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Adat Desa (LAD), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga unsur Forkopimcam Tahunan.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam merespons aspirasi masyarakat yang berkembang terkait penyelenggaraan hiburan di lapangan desa.

“Kami akan mengadakan rapat bersama yang melibatkan BPD, LAD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta mengundang unsur Forkopimcam Tahunan guna membahas langkah-langkah penyelesaian atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Sholekhan, Kamis (4/6/2026).

 

 

Surat Penolakan Jadi Dasar Pembahasan

Rencana rapat koordinasi tersebut muncul setelah adanya surat penolakan yang disampaikan sejumlah warga yang tergabung dalam unsur Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU). Surat itu berisi keberatan terhadap kegiatan hiburan yang digelar di Lapangan Desa Ngabul.

Keberadaan surat penolakan tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian warga menginginkan kegiatan hiburan tetap berlangsung sebagai bagian dari kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara pihak yang menolak menilai perlu adanya pertimbangan lebih lanjut terkait dampak kegiatan tersebut.

Pemerintah desa pun memilih menempuh jalur musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak agar keputusan yang diambil nantinya dapat diterima bersama.

 

 

Pemerintah Desa Prioritaskan Kondusivitas Masyarakat

Sholekhan menegaskan bahwa tujuan utama rapat yang akan digelar adalah menampung seluruh aspirasi warga tanpa terkecuali. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi wadah dialog yang sehat sehingga tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Desa Ngabul.

“Forum ini bertujuan untuk menampung aspirasi seluruh pihak serta mencari solusi terbaik demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan masyarakat Ngabul,” katanya.

Ia juga berharap hasil musyawarah nantinya dapat menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi desa sekaligus dihormati oleh seluruh elemen masyarakat.

“Semoga nanti hasilnya bisa baik, membawa kemajuan, dan semuanya menghormati keputusan bersama,” tambahnya.

 

 

Forkopimcam Akan Dilibatkan dalam Pengambilan Solusi

Keterlibatan Forkopimcam Tahunan dinilai penting untuk memastikan proses penyelesaian berjalan objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran unsur kecamatan, kepolisian, dan TNI diharapkan mampu membantu menciptakan suasana dialog yang kondusif.

Selain itu, keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga dianggap strategis karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menjaga kerukunan warga di Desa Ngabul.

Dengan adanya rapat koordinasi tersebut, pemerintah desa berharap polemik yang berkembang tidak semakin meluas dan dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah yang mengedepankan kepentingan bersama.

Hingga berita ini ditulis, jadwal pasti pelaksanaan rapat masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan seluruh pihak yang akan diundang. Masyarakat pun menantikan hasil forum tersebut sebagai langkah penentuan arah kebijakan terkait penyelenggaraan hiburan di Lapangan Desa Ngabul.

 

***

(Queensha Jepara, 4 Juni 2026)