Queensha.id – Jepara,

 

Suasana malam yang tenang di Jalan Raya Jepara–Kudus mendadak berubah mencekam setelah sebuah truk besar tiba-tiba meluncur tanpa pengemudi dan menghantam bangunan serta tugu desa di wilayah Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Peristiwa yang membuat warga sekitar terkejut itu terjadi saat sebagian masyarakat sedang beraktivitas di kawasan jalan utama Jepara-Kudus. Dentuman keras yang terdengar dari lokasi kejadian sontak membuat warga berhamburan keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

 

 

Truk Ditinggal Sopir, Tiba-Tiba Bergerak Sendiri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang terlibat merupakan truk bak kayu merek Hino bernomor polisi DC-8354-FE yang dikemudikan oleh Nur Rohman (33), warga Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Sebelum kejadian, truk diketahui melaju dari arah Jepara menuju Kudus. Setibanya di depan Maestro Coffee, Desa Krasak, pengemudi menghentikan kendaraannya di bahu jalan sebelah timur.

Saat itu, sopir turun dari kendaraan untuk membeli tiket kapal melalui layanan ATM Brilink yang berada tidak jauh dari lokasi parkir truk.

Namun situasi yang awalnya biasa saja berubah menjadi menegangkan ketika kendaraan berat tersebut tiba-tiba bergerak sendiri tanpa ada seorang pun di dalam kabin.

 

 

Meluncur Tak Terkendali, Warga Panik

Dalam hitungan detik, truk yang masih dalam kondisi mesin menyala itu mulai bergerak perlahan sebelum akhirnya meluncur tak terkendali ke arah lajur kanan jalan.

Warga yang berada di sekitar lokasi sempat dibuat panik karena melihat kendaraan besar itu berjalan sendiri tanpa pengemudi.

Beberapa saksi mata mengaku sempat berteriak memperingatkan warga lain agar menjauh dari jalur truk yang terus bergerak.

“Awalnya pelan, tapi kemudian terus melaju. Orang-orang yang melihat langsung panik karena tidak ada sopir di dalamnya,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

 

 

Hantam Teras Bangunan dan Tugu Desa Krasak

Setelah keluar dari bahu jalan, truk langsung oleng ke arah barat dan menghantam teras bangunan Akamsi Billiard milik warga setempat.

Benturan keras membuat bagian depan bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Namun laju truk belum berhenti.

Kendaraan kemudian kembali menghantam gapura sekaligus tugu Desa Krasak yang berada di tepi jalan. Suara benturan keras terdengar hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi.

Setelah menabrak dua objek tersebut, truk akhirnya kehilangan keseimbangan dan terbalik di badan jalan sebelah kanan dari arah Jepara menuju Kudus.

Pemandangan truk berukuran besar yang terguling di tengah jalan membuat arus lalu lintas sempat terganggu dan menjadi tontonan warga yang berdatangan ke lokasi.

 

 

Kerugian Capai Rp10 Juta

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada pengguna jalan maupun warga yang menjadi korban.

Meski demikian, kerusakan pada bangunan dan fasilitas umum menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.

 

 

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, IPTU Ahmad Riyanto, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kendaraan dapat bergerak sendiri hingga menimbulkan kecelakaan.

Petugas juga memeriksa kondisi kendaraan serta keterangan pengemudi guna memastikan faktor yang menyebabkan truk meluncur tanpa kendali.

 

 

Polisi Ingatkan Pengemudi Kendaraan Besar

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi para pengemudi kendaraan berat agar lebih berhati-hati saat meninggalkan kendaraan.

Polisi mengimbau agar setiap pengemudi memastikan rem tangan berfungsi dengan baik, posisi transmisi aman, serta mematikan mesin kendaraan ketika parkir atau ditinggalkan meskipun hanya beberapa menit.

Kelalaian kecil yang dianggap sepele dapat berujung pada kecelakaan serius yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain maupun menimbulkan kerugian besar.

Beruntung insiden di Desa Krasak tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun jika saat itu terdapat pengendara lain atau pejalan kaki di jalur yang dilalui truk, dampaknya bisa jauh lebih fatal.

 

***

(Queensha Jepara, 5 Juni 2026)