Queensha.id – Jepara,
Keluhan masyarakat terkait maraknya aksi balap liar yang semakin nekat akhirnya mendapat respons tegas dari jajaran Polres Jepara. Aparat kepolisian menggelar patroli skala besar pada Sabtu malam (6/6/2026) hingga Minggu dini hari untuk menekan aksi balap liar yang dinilai meresahkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Patroli tersebut menyasar sejumlah titik yang selama ini dikenal rawan dijadikan arena balap liar, mulai dari jalur lingkar, pusat kota, hingga ruas jalan lurus yang kerap menjadi lokasi adu kecepatan ilegal oleh kelompok remaja, khususnya saat malam akhir pekan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Balap Liar Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Kasat Samapta Polres Jepara, AKP Agus Nurhadi, menegaskan bahwa balap liar bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Menurutnya, aksi ugal-ugalan di jalan raya sering kali dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Balap liar ini sangat meresahkan dan membahayakan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu kami akan terus melakukan patroli dan penindakan di lokasi-lokasi yang sering digunakan untuk kegiatan tersebut,” ujar AKP Agus Nurhadi, Minggu (7/6/2026).
Ia menambahkan bahwa keberadaan balap liar kerap memicu kecelakaan lalu lintas, kebisingan akibat knalpot tidak standar, hingga gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Razia Ketat, Knalpot Brong Hingga Surat Kendaraan Diperiksa
Dalam patroli yang digelar, petugas tidak hanya membubarkan kerumunan yang dicurigai akan melakukan balap liar, tetapi juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh.
Fokus pemeriksaan meliputi:
– Kelengkapan surat-surat kendaraan.
– Penggunaan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi teknis.
– Kelengkapan keselamatan berkendara.
– Dugaan pelanggaran lalu lintas lainnya.
Kendaraan yang terbukti melanggar langsung diberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Polisi juga memberikan perhatian khusus terhadap kelompok pengendara yang diduga hendak melakukan balap liar di sejumlah ruas jalan yang minim aktivitas masyarakat pada malam hari.
Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi
Dalam operasi tersebut, aparat menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku yang melakukan pelanggaran berat.
Selain balap liar, polisi juga mengantisipasi adanya pelaku yang membawa minuman keras maupun senjata tajam yang berpotensi memicu tindak kriminal.
Langkah tegas tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan wilayah Jepara tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Remaja Jadi Sorotan Utama
Fenomena balap liar di Jepara masih didominasi kalangan remaja dan pelajar.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar pelaku masih berada pada usia yang rentan melakukan tindakan berisiko tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Selain membahayakan diri sendiri, balap liar juga berpotensi merugikan keluarga apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan luka berat maupun korban jiwa.
Karena itu, kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam melakukan pencegahan.
Orang Tua Diminta Lebih Aktif Mengawasi Anak
Polres Jepara menilai peran keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka balap liar.
Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari dan akhir pekan.
“Jangan sampai anak-anak dibiarkan keluar malam menggunakan kendaraan yang tidak sesuai standar atau tanpa tujuan yang jelas. Pengawasan dari keluarga sangat penting demi keselamatan mereka sendiri,” tegas AKP Agus Nurhadi.
Menurutnya, banyak kasus balap liar berawal dari aktivitas berkumpul yang kemudian berkembang menjadi aksi adu kecepatan di jalan raya.
Satlantas: Keselamatan Harus Jadi Prioritas
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, Iptu Ahmad Riyanto, mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balap.
Ia menegaskan bahwa jalan raya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat secara luas, bukan untuk kegiatan yang membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar. Selain melanggar hukum, kegiatan tersebut sangat berisiko menimbulkan kecelakaan yang dapat merenggut nyawa. Gunakan kendaraan secara bijak, patuhi aturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan saat berkendara,” ujar Iptu Ahmad Riyanto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas balap liar di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Patroli Akan Terus Digelar
Polres Jepara memastikan patroli malam dan kegiatan cipta kondisi akan terus dilakukan secara rutin di berbagai wilayah yang dianggap rawan.
Langkah ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku balap liar sekaligus memberikan efek jera bagi mereka yang masih nekat melakukan pelanggaran.
Pendekatan humanis tetap dikedepankan, namun penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Warga Berharap Jalanan Kembali Aman
Masyarakat menyambut positif langkah kepolisian dalam memberantas balap liar yang selama ini menjadi keluhan di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara.
Warga berharap patroli rutin tersebut mampu menciptakan rasa aman, mengurangi kebisingan akibat knalpot brong, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang kerap dipicu aksi ugal-ugalan di jalan raya.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat, diharapkan budaya balap liar dapat ditekan sehingga jalan raya kembali menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
***
Queensha Jepara (7 Juni 2026)

Tinggalkan Balasan