Queensha.id – Jepara,

 

Upaya pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jepara terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Memasuki tahun 2026, Puskesmas di berbagai wilayah bersama jajaran Bhabinkamtibmas Polres Jepara bergerak aktif melakukan pelacakan atau tracing terhadap kontak erat pasien TBC guna menemukan kasus secara dini dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan tata laksana dan alur resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Strategi ini menjadi salah satu langkah utama dalam mendukung target eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Jepara.

 

 

Pentingnya Tracing Kontak Erat Pasien TBC

Dalam pedoman Kemenkes RI, kontak erat merupakan seseorang yang pernah tinggal serumah, bekerja bersama, atau berada dalam satu ruangan dalam kurun waktu tertentu dengan pasien TBC paru yang telah terkonfirmasi positif.

Kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi tertular bakteri penyebab TBC sehingga perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tracing dilakukan untuk menemukan kasus baru sedini mungkin. Dengan deteksi yang cepat, pasien dapat segera memperoleh pengobatan sehingga risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat ditekan secara maksimal.

 

 

Tahapan Tracing TBC di Lapangan

Pelaksanaan tracing di Kabupaten Jepara dilakukan secara terstruktur oleh petugas Puskesmas dengan dukungan personel Polres Jepara melalui Bhabinkamtibmas.

 

 

Identifikasi Pasien dan Pemetaan Kontak Erat

Langkah pertama dilakukan dengan mengidentifikasi pasien yang telah dinyatakan positif TBC atau disebut pasien indeks.

Setelah itu, petugas kesehatan memetakan anggota keluarga, kerabat dekat, maupun individu lain yang memiliki kontak intensif dengan pasien untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

 

 

Kunjungan Rumah Bersama Bhabinkamtibmas

Tim gabungan kemudian melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien. Dalam kegiatan ini, Bhabinkamtibmas berperan membantu pendekatan kepada masyarakat agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

Selain memberikan rasa aman, kehadiran polisi juga membantu mengurangi stigma negatif yang masih melekat terhadap penderita TBC.

Petugas kesehatan turut memberikan edukasi bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan secara total apabila menjalani pengobatan secara teratur. Seluruh layanan pengobatan TBC juga tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.

 

 

Skrining dan Wawancara Medis

Seluruh kontak erat yang terdata akan menjalani proses skrining melalui wawancara medis sesuai formulir standar Kemenkes RI.

Petugas akan menanyakan sejumlah gejala yang sering muncul pada penderita TBC, antara lain:

– Batuk berkepanjangan lebih dari dua minggu.
– Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
– Demam yang berlangsung lama.
– Keringat berlebih pada malam hari.
– Nafsu makan menurun.

Hasil skrining tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pemeriksaan berikutnya.

– Penanganan Berdasarkan Hasil Skrining

– Kontak Erat Bergejala

Apabila ditemukan gejala yang mengarah pada TBC, warga akan dikategorikan sebagai suspek TBC dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas akan memberikan wadah pengambilan dahak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas. Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan foto rontgen dada.

 

 

Kontak Erat Tidak Bergejala

Sementara itu, kontak erat yang tidak menunjukkan gejala, khususnya anak-anak di bawah usia lima tahun dan kelompok berisiko tinggi, akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Program ini bertujuan mencegah bakteri TBC yang berada dalam kondisi laten berkembang menjadi penyakit aktif di masa mendatang.

 

 

Dukungan Polres Jepara untuk Program Kesehatan

Kapolres Jepara menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tracing merupakan bentuk dukungan terhadap program kesehatan nasional sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Melalui jaringan Bhabinkamtibmas yang tersebar hingga tingkat desa, Polres Jepara berupaya membantu tenaga kesehatan menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan dan menjalani pengobatan apabila diperlukan.

 

 

Dukung Target Eliminasi TBC di Jepara

Sinergi antara Puskesmas dan Polres Jepara diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus TBC, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan di lingkungan masyarakat.

Dengan pelaksanaan tracing yang sesuai pedoman Kemenkes RI, Kabupaten Jepara optimistis dapat mendukung target eliminasi TBC secara nasional dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta terbebas dari ancaman penyakit Tuberkulosis.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa upaya penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah demi terciptanya lingkungan yang sehat dan aman bagi semua.

 

***

Hms.

Queensha Jepara (Senin, 8 Juni 2026)