Queensha.id – Jepara,

Insiden kecelakaan kerja tragis kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Seorang petani berinisial PW (51), warga Dukuh Dunggayam, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, meninggal dunia setelah tertimpa pohon randu saat melakukan aktivitas penebangan di sebuah kebun di Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Kamis (11/6/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di kebun milik H. DRSN. Korban diketahui sedang bekerja bersama dua rekannya untuk menebang pohon randu berukuran besar.

Kapolsek Kembang, , membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, sebelum insiden terjadi, korban bersama dua saksi telah berhasil menumbangkan satu pohon randu.

“Selanjutnya korban hendak mengambil tali untuk mengikat pohon lain yang sebelumnya sudah digergaji pada bagian bawah,” jelasnya.

Namun tanpa diduga, pohon randu yang sudah dalam kondisi rapuh tiba-tiba tumbang ke arah korban.

Korban tidak sempat menghindar sehingga bagian kepalanya terhimpit cabang pohon yang jatuh. Benturan keras mengakibatkan luka berat yang berujung pada meninggalnya korban di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Desa Kaliaman dan Polsek Kembang. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kembang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka yang sangat serius. Ditemukan patah tulang tengkorak sepanjang 16 sentimeter, luka terbuka pada bagian kepala, patah gigi, serta pergeseran tulang paha kiri.

“Korban meninggal dunia akibat luka terbuka dan patah tulang tengkorak yang disebabkan benturan benda berat,” terang petugas medis.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja murni dan tidak ditemukan unsur tindak pidana.

 

Keselamatan Kerja Saat Menebang Pohon Tidak Boleh Diabaikan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa aktivitas penebangan pohon termasuk pekerjaan berisiko tinggi yang memerlukan perencanaan matang dan standar keselamatan kerja yang memadai.

Banyak kecelakaan saat penebangan pohon terjadi akibat kurangnya perhitungan arah tumbang, kondisi pohon yang rapuh, minimnya alat pelindung diri (APD), hingga kurangnya koordinasi antar pekerja di lapangan.

Dalam pekerjaan penebangan pohon, pekerja idealnya menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm pelindung, sepatu safety, sarung tangan kerja, kacamata pelindung, serta memastikan area sekitar steril dari orang yang tidak berkepentingan.

Selain itu, kondisi pohon juga harus diperiksa terlebih dahulu. Pohon yang sudah tua, lapuk, atau memiliki batang yang keropos sering kali memiliki arah tumbang yang sulit diprediksi dan berpotensi membahayakan pekerja.

 

Langkah Aman Sebelum Menebang Pohon

Untuk mencegah kejadian serupa, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Melakukan survei kondisi pohon sebelum ditebang.
  • Menentukan arah jatuh pohon secara jelas.
  • Menyiapkan jalur evakuasi bagi pekerja.
  • Menggunakan alat pelindung diri lengkap.
  • Tidak bekerja sendirian saat menebang pohon besar.
  • Menghindari berdiri di area rawan saat pohon mulai roboh.
  • Menggunakan tali pengarah untuk mengendalikan arah tumbang pohon.
  • Menghentikan pekerjaan saat cuaca buruk atau angin kencang.

Kecelakaan Kerja Masih Menjadi Ancaman di Sektor Pertanian

Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi salah satu bidang pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi. Tidak hanya saat penebangan pohon, kecelakaan juga kerap terjadi akibat penggunaan alat berat, mesin pemotong, hingga aktivitas panen di lokasi yang berbahaya.

Karena itu, budaya keselamatan kerja harus terus ditingkatkan, baik oleh pekerja maupun pemilik lahan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum memulai pekerjaan apa pun.

Tragedi yang menimpa PW di Desa Kaliaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa satu kelalaian kecil dalam pekerjaan berisiko tinggi dapat berakibat fatal. Kesadaran terhadap keselamatan kerja bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk menjaga keluarga yang menunggu di rumah.

 

***

M8/Ucp.

Queensha Jepara (Kamis, 11 Juni 2026)