Queensha.id – Jepara,

 

Aksi berkendara yang diduga dilakukan dalam kondisi terpengaruh alkohol berujung kecelakaan beruntun dan aksi kejar-kejaran di sejumlah ruas jalan wilayah Kota Jepara, Sabtu (13/6/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan KH Wahid Hasyim, tepatnya di sekitar kawasan RM Hj Ismun, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara.

Sebuah mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi H-15xx-SW yang dikemudikan seorang pria berusia 58 tahun diduga menjadi pemicu serangkaian insiden yang melibatkan beberapa kendaraan di lokasi berbeda.

 

Bermula dari Serempetan dengan Mobil Expander

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Innova melaju dari arah utara menuju selatan atau ke arah Kudus.

Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi diduga berusaha mendahului sebuah mobil Mitsubishi Expander yang berada di depannya. Namun manuver tersebut tidak berjalan sempurna hingga menyebabkan spion kanan kendaraan yang didahului terserempet.

Alih-alih menghentikan kendaraan untuk bertanggung jawab, mobil tersebut justru terus melaju meninggalkan lokasi kejadian.

 

Pengendara Motor Jadi Korban Berikutnya

Tidak lama setelah insiden pertama, mobil Innova kembali terlibat kecelakaan di kawasan pertigaan Potroyudan.

Kali ini kendaraan tersebut menyerempet sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai seorang pemuda berusia 20 tahun hingga korban terjatuh di sisi jalan.

Melihat kejadian itu, pengemudi Mitsubishi Expander bersama korban pengendara motor kemudian berinisiatif melakukan pengejaran terhadap mobil Innova yang terus melaju tanpa berhenti.

 

Aksi Kejar-Kejaran Warnai Jalanan Kota Jepara

Aksi kejar-kejaran berlangsung hingga memasuki kawasan depan .

Dalam upaya menghindari kejaran warga dan korban, pengemudi Innova berbelok ke arah kanan menuju jalan yang mengarah ke wilayah selatan.

Namun pelarian tersebut akhirnya berakhir di Desa Randusari, Kecamatan Tahunan.

Saat berada di tikungan dekat Pos Ronda Bendansari, mobil Innova kembali terlibat insiden dengan menyerempet sepeda motor Honda Beat yang datang dari arah berlawanan.

Akibat benturan tersebut, pengendara motor terjatuh dan mengalami luka ringan.

 

Mobil Berakhir Masuk Selokan

Setelah menabrak kendaraan lain, mobil Innova kehilangan kendali dan akhirnya oleng sebelum terperosok ke dalam selokan di sisi kanan jalan.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berdatangan untuk membantu sekaligus mengamankan situasi hingga petugas kepolisian tiba.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kecelakaan tersebut.

Namun dua pengendara sepeda motor mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki. Keduanya mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan.

Sementara itu, kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.

 

Polisi: Dugaan Sementara Pengemudi Dalam Pengaruh Alkohol

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jepara, IPTU Ahmad Riyanto, membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu mobil dan beberapa kendaraan lainnya.

Menurutnya, dugaan sementara menunjukkan bahwa pengemudi kendaraan berada dalam pengaruh alkohol saat kejadian berlangsung.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu mobil dan beberapa kendaraan lainnya. Dugaan sementara pengemudi dalam pengaruh alkohol dan saat ini masih dalam penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terkait insiden tersebut.

 

Polisi Imbau Warga Tidak Mengemudi Setelah Mengonsumsi Alkohol

Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Royke Noldy Darean, mengingatkan masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Menurutnya, alkohol dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, serta mengurangi kemampuan pengemudi dalam mengambil keputusan saat berada di jalan raya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tidak mengemudi dalam kondisi terpengaruh alkohol, mematuhi aturan lalu lintas, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Edukasi Keselamatan Berkendara

Para ahli keselamatan lalu lintas menjelaskan bahwa mengemudi dalam kondisi mabuk sangat berisiko karena dapat menyebabkan:

  • Hilangnya fokus saat berkendara
  • Menurunnya kemampuan mengendalikan kendaraan
  • Kesalahan dalam memperkirakan jarak dan kecepatan
  • Meningkatnya potensi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan lain
  • Risiko cedera serius hingga kematian

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan transportasi alternatif atau meminta bantuan orang lain apabila telah mengonsumsi minuman beralkohol.

Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Satu keputusan yang salah dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Hingga kini, kasus kecelakaan beruntun tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Jepara untuk proses penyelidikan dan penegakan hukum lebih lanjut.

 

***

M8.