Queensha.id – Edukasi Islam,
“Arti perempuan yang sesungguhnya”. Tulisan tersebut mengandung pesan moral yang positif tentang kemuliaan, pengorbanan, dan ketangguhan seorang wanita. Namun, jika ditinjau dari pandangan Islam, ada beberapa hal yang perlu dipahami secara bijak.
1. Islam Memuliakan Wanita
Islam memang memberikan kedudukan yang sangat mulia kepada wanita, baik sebagai anak, istri, maupun ibu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah.” (HR Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi.
Ketika seseorang bertanya siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik, Rasulullah menjawab:
“Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai peran wanita dalam kehidupan manusia.
2. Kisah Dialog Allah dan Malaikat Tidak Ditemukan dalam Al-Qur’an dan Hadis Sahih
Meskipun isinya menyentuh hati, kisah percakapan panjang antara Allah dan malaikat tentang penciptaan wanita yang terdapat dalam tulisan tersebut tidak ditemukan dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih.
Para ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam menyebarkan kisah yang dinisbatkan kepada Allah SWT atau Rasulullah SAW tanpa sumber yang jelas.
Karena itu, kisah tersebut lebih tepat dipahami sebagai renungan atau karya sastra motivasi, bukan dalil agama.
3. Nilai-Nilai Positifnya Bisa Diambil
Walaupun bukan hadis atau ayat Al-Qur’an, beberapa pesan yang terkandung di dalamnya sejalan dengan nilai Islam, seperti:
- Menghormati wanita.
- Menghargai pengorbanan seorang ibu.
- Menjaga keluarga.
- Bersabar menghadapi ujian hidup.
- Menebarkan kasih sayang.
- Menghormati pasangan hidup.
Nilai-nilai tersebut memang diajarkan dalam Islam.
4. Hati-hati dengan Kalimat Berantai
Di bagian akhir tulisan terdapat kalimat seperti:
“Jika membagikan tulisan ini akan mendapat pahala.”
atau
“Pilih membagikan atau tidak.”
Menurut para ulama, pahala tidak ditentukan hanya karena membagikan sebuah tulisan. Pahala diperoleh apabila isi yang disebarkan benar, bermanfaat, dan diniatkan karena Allah.
Islam juga tidak mengajarkan bahwa seseorang pasti memperoleh keberuntungan, jodoh, kesehatan, atau masuk surga hanya karena mengirim ulang sebuah pesan berantai.
5. Wanita Mulia Karena Ketakwaannya
Islam mengajarkan bahwa kemuliaan wanita bukan semata karena kecantikan fisik, melainkan karena iman dan ketakwaannya.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Karena itu, wanita salehah adalah wanita yang menjaga akhlak, ibadah, kehormatan, dan ketaatannya kepada Allah SWT.
Pandangan Pengamat Sosial Jepara, Purnomo Wardoyo
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai tulisan tersebut menjadi viral karena menyentuh sisi emosional banyak orang, khususnya para ibu dan perempuan yang selama ini memikul banyak tanggung jawab dalam keluarga.
Menurutnya, masyarakat boleh mengambil pesan moral yang baik dari tulisan tersebut, namun tetap harus memahami perbedaan antara karya motivasi dan ajaran agama yang bersumber dari Al-Qur’an maupun hadis sahih.
“Menghormati wanita adalah bagian dari ajaran Islam. Namun masyarakat juga perlu bijak dalam menerima informasi keagamaan. Jangan sampai sebuah tulisan yang sifatnya motivasi dianggap sebagai hadis atau firman Allah tanpa dasar yang jelas. Ambil hikmahnya, tetapi tetap berpegang pada sumber ajaran Islam yang sahih,” ujar Purnomo Wardoyo.
Jadi, dalam pandangan Islam, wanita memang memiliki kedudukan yang sangat mulia. Namun kisah dialog panjang antara Allah dan malaikat dalam tulisan tersebut bukan berasal dari Al-Qur’an maupun hadis sahih yang dikenal luas dalam literatur Islam.
Pesan moralnya dapat diambil sebagai inspirasi untuk menghormati wanita, ibu, dan istri. Akan tetapi, umat Islam tetap dianjurkan untuk memeriksa sumber setiap tulisan keagamaan sebelum mempercayai dan menyebarkannya agar tidak mencampuradukkan antara motivasi, budaya populer, dan ajaran agama yang autentik.
***
Queensha Jepara.

Tinggalkan Balasan