Queensha.id – Jepara,

 

Unggahan akun Facebook Abdul Rohim yang menyoroti kebiasaan masyarakat Jepara dalam memilih hiburan memicu beragam tanggapan dari warganet. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa terkadang artis ibu kota, artis televisi, pemain FTV hingga aktor film tidak selalu mampu menarik perhatian masyarakat pesisir sebanyak pertunjukan yang dikenal dengan sebutan Ojing.

Meski disampaikan dengan nada guyonan, unggahan tersebut dianggap menggambarkan fenomena yang sering terlihat dalam berbagai acara hiburan di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Jepara.

Karnaval SCTV 2026 Buktikan Antusiasme Warga terhadap Artis Nasional

Perlu dicatat bahwa masyarakat Jepara juga memiliki antusiasme tinggi terhadap hiburan nasional. Hal itu terlihat saat Karnaval SCTV 2026 yang digelar di Alun-alun Jepara pada Sabtu, 13 Juni 2026 dan Minggu, 14 Juni 2026, yang dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Kehadiran artis nasional, penyanyi populer, presenter televisi, dan berbagai hiburan keluarga berhasil menarik perhatian masyarakat sejak pagi hingga malam hari.

Namun di luar acara berskala nasional tersebut, hiburan rakyat yang dikenal sebagai Ojing tetap memiliki basis penggemar yang sangat kuat, terutama di kawasan pesisir.

 

Apa Itu Ojing yang Sebenarnya?

Di kalangan masyarakat Jepara, istilah Ojing sering diplesetkan sebagai singkatan dari “orang jingkrak-jingkrak”, menggambarkan suasana penonton yang berjoget dan bergembira mengikuti alunan musik.

Dalam praktiknya, Ojing merujuk pada hiburan musik rakyat yang identik dengan:

  • Dangdut koplo
  • Dangdut remix
  • Musik DJ remix
  • Goyang oplosan
  • Saweran penyanyi
  • Organ tunggal
  • Orkes dangdut keliling
  • Hiburan malam hajatan
  • Panggung musik rakyat

Bagi sebagian masyarakat pesisir, hiburan seperti ini dianggap lebih membumi karena menghadirkan suasana yang santai, meriah, dan memungkinkan penonton ikut terlibat langsung dalam pertunjukan.

 

Mengapa Ojing Lebih Mudah Menarik Kerumunan?

Pengamat sosial menilai terdapat beberapa alasan mengapa hiburan dangdut koplo dan sejenisnya sering dipadati penonton.

 

1. Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Dangdut sejak lama dikenal sebagai musik rakyat yang mudah diterima berbagai kalangan.

Lirik yang sederhana, irama yang energik, dan suasana yang akrab membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan hiburan tersebut.

 

2. Mengutamakan Interaksi Langsung

Dalam hiburan Ojing, penonton bukan hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ikut berjoget, bernyanyi, dan berinteraksi langsung dengan penyanyi maupun sesama penonton.

Faktor inilah yang menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan.

 

3. Menjadi Ajang Berkumpul

Di banyak desa pesisir Jepara, hiburan dangdut koplo sering menjadi bagian dari hajatan, sedekah laut, syukuran, maupun acara masyarakat lainnya.

Karena itu, kehadiran Ojing tidak hanya dipandang sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang sosial bagi warga untuk bersilaturahmi.

 

Sisi Positif dan Tantangan Hiburan Ojing

Di satu sisi, hiburan dangdut koplo mampu menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang makanan, parkir, UMKM, hingga pelaku jasa hiburan memperoleh manfaat dari ramainya acara.

Namun di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan norma sosial dalam setiap penyelenggaraan hiburan rakyat.

Pasalnya, beberapa acara terkadang diwarnai konsumsi minuman keras, keributan akibat saweran berlebihan, hingga tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Karena itu, hiburan rakyat diharapkan tetap menjadi sarana rekreasi yang sehat, aman, dan menghibur tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

 

Cerminan Selera Hiburan Masyarakat Jepara

Fenomena ramainya Ojing menunjukkan bahwa masyarakat Jepara memiliki karakter yang menyukai hiburan yang interaktif, merakyat, dan penuh kebersamaan.

Meskipun acara besar seperti Karnaval SCTV mampu menghadirkan kemeriahan tersendiri, hiburan dangdut koplo, goyang oplosan, dangdut remix, dan organ tunggal tetap menjadi bagian dari budaya hiburan yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir.

 

 

Jadi, fenomena “artis ibu kota belum tentu seramai Ojing” bukan berarti masyarakat Jepara tidak menyukai hiburan nasional. Ramainya Karnaval SCTV 2026 membuktikan bahwa warga tetap antusias terhadap artis terkenal.

Namun, hiburan Ojing yang identik dengan dangdut koplo, dangdut remix, goyang oplosan, saweran, dan organ tunggal memiliki kedekatan budaya yang kuat dengan masyarakat pesisir. Kedekatan inilah yang membuat Ojing tetap menjadi salah satu magnet hiburan paling diminati di berbagai wilayah Jepara hingga saat ini.

 

 

***

Queensha Jepara.