Queensha.id – Kudus,
Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kudus. Kali ini, sebuah kandang kambing yang berada di bantaran Sungai Wulan, Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, dilalap si jago merah pada Selasa (16/6/2026) pagi.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 23 ekor kambing milik warga dilaporkan mati terpanggang, sementara bangunan kandang hangus terbakar hingga rata dengan tanah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu mengagetkan warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan melahap seluruh area kandang.
Berawal dari Api Penghangat Kandang
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kebakaran diduga berasal dari bara api pediang atau api penghangat yang biasa digunakan pemilik kandang untuk menghangatkan ternak sekaligus mengusir nyamuk.
Pemilik kandang diketahui bernama Listianto (62).
Kapolsek Undaan, AKP Uji Andoyo, menjelaskan bahwa pada Senin sore (15/6/2026), korban sempat menyalakan api penghangat di area kandang.
Namun setelah itu, korban pulang ke rumah dan diduga tidak memastikan apakah api tersebut benar-benar padam.
“Diduga bara api masih menyala dan akhirnya memicu kebakaran saat kondisi angin cukup kencang,” jelas AKP Uji Andoyo.
Api Pertama Kali Diketahui Tetangga Kandang
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Suprapto (62), pemilik kandang yang berada di sebelah lokasi kejadian.
Saat itu, Suprapto melihat asap tebal disertai kobaran api yang sudah membesar dari arah kandang kambing milik Listianto.
Melihat kondisi tersebut, ia langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.
Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi aparat terkait.
Gotong Royong Warga Selamatkan Area Sekitar
Petugas dari Polsek Undaan bersama unsur Trantibum dan masyarakat setempat kemudian melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama.
Berkat kerja sama dan gotong royong warga, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan maupun kandang lainnya yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, seluruh bangunan kandang dan ternak yang berada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.
Sebanyak 23 ekor kambing dilaporkan mati terpanggang dalam kebakaran tersebut.
Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
Tidak ada korban jiwa manusia dalam insiden tersebut.
Namun kerugian materi yang dialami pemilik kandang diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Kerugian tersebut meliputi bangunan kandang, perlengkapan peternakan, serta puluhan kambing yang menjadi sumber mata pencaharian pemiliknya.
Bagi peternak kecil, kehilangan puluhan ekor kambing sekaligus tentu menjadi pukulan ekonomi yang sangat berat.
Pelajaran Penting bagi Para Peternak
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para peternak dan masyarakat yang masih menggunakan api terbuka sebagai sumber penghangat kandang.
Api yang terlihat kecil dan dianggap telah padam ternyata masih dapat menyisakan bara yang sewaktu-waktu memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas dan kondisi angin bertiup cukup kencang.
Petugas mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan menyeluruh sebelum meninggalkan lokasi peternakan.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, apalagi saat kondisi angin kencang seperti sekarang,” tegas AKP Uji Andoyo.
Kewaspadaan Menjadi Kunci Pencegahan
Musibah kebakaran kandang kambing di Desa Undaan Lor ini menjadi bukti bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar.
Selain menjaga instalasi listrik, masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati saat menggunakan api terbuka di lingkungan peternakan maupun area penyimpanan bahan mudah terbakar.
Penerapan standar keamanan sederhana, seperti menyediakan alat pemadam ringan, melakukan pemeriksaan rutin, dan memastikan sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, dapat menjadi langkah efektif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi pemilik ternak sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
***

Tinggalkan Balasan