Queensha.id – Jepara,

 

Dunia pencarian kerja kembali tercoreng oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan semangat para pencari kerja. Seorang remaja perempuan asal Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja (loker) palsu hingga kehilangan sepeda motornya pada Selasa malam (16/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Pecangaan dan kini menjadi perhatian masyarakat setelah kisahnya viral di media sosial TikTok melalui unggahan akun user123456789. Banyak warganet menyayangkan aksi pelaku yang diduga sengaja menyasar korban yang baru lulus sekolah dan sedang mencari pekerjaan.

 

Seorang pencari kerja kehilangan sepeda motor setelah ditipu oleh pria yang mengaku memiliki hubungan dekat dengan pemilik sebuah usaha dan menjanjikan pekerjaan secara instan.

Korban merupakan seorang remaja asal Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara yang baru lulus sekolah atau fresh graduate.

Sementara pelaku adalah seorang pria tak dikenal yang mengaku sebagai teman dekat pemilik usaha tempat korban hendak melamar pekerjaan.

Peristiwa terjadi di sekitar lokasi usaha minuman Vino Jus yang berada di samping SPBU atau POM Bensin, RW 2, RW 2, Pecangaan Kulon, kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Insiden tersebut terjadi pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Korban diduga mudah mempercayai pelaku karena sedang bersemangat mencari pekerjaan dan tergiur dengan janji diterima kerja tanpa proses seleksi yang rumit.

 

Pelaku memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sangat berharap mendapatkan pekerjaan pertama setelah lulus sekolah.

Pelaku menghampiri korban yang datang untuk melamar pekerjaan. Dengan penuh keyakinan, pelaku mengaku mengenal pemilik usaha dan bahkan berpura-pura menelepon “bos” di hadapan korban.

Setelah melakukan percakapan fiktif tersebut, pelaku mengatakan bahwa sang bos ingin bertemu korban tetapi sedang tidak memiliki kendaraan.

“Ya bos, oh saya jemput bos ya, ” ucap pelaku dalam percakapan (fiktif) dengan si boss, Selasa (16/6/2026).

 

Pelaku kemudian meminta izin meminjam sepeda motor korban dengan alasan akan menjemput bos agar proses penerimaan kerja bisa segera dilakukan.

Tanpa rasa curiga, korban menyerahkan kunci kendaraan miliknya. Namun setelah ditunggu cukup lama, pelaku tidak pernah kembali dan membawa kabur motor tersebut.

 

Pihak Kedai Bantah Mengenal Pelaku

Setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban berusaha mengonfirmasi informasi tersebut kepada pengelola resmi Vino Jus.

Hasilnya sangat mengejutkan. Pihak kedai menegaskan bahwa mereka tidak mengenal pria yang dimaksud dan tidak pernah meminta siapa pun untuk menjemput pemilik usaha menggunakan kendaraan milik pelamar kerja.

Pernyataan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut merupakan modus penipuan yang telah direncanakan sebelumnya.

 

Modus Baru yang Menyasar Pencari Kerja

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, terutama para lulusan baru yang sedang aktif mencari pekerjaan.

Pelaku kejahatan kini semakin kreatif memanfaatkan situasi dan psikologi korban. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum melancarkan aksinya.

Modus mengaku sebagai “orang dalam” atau kenalan pemilik usaha menjadi salah satu cara yang kerap digunakan untuk meyakinkan korban.

 

Tips Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Agar tidak menjadi korban modus serupa, masyarakat diimbau untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

 

1. Jangan Percaya Orang yang Mengaku Orang Dalam

Setiap proses rekrutmen resmi memiliki prosedur yang jelas dan tidak dilakukan melalui perantara yang tidak dikenal.

 

2. Jangan Pernah Meminjamkan Kendaraan

Perusahaan atau tempat usaha yang resmi tidak akan meminta pelamar kerja meminjamkan kendaraan pribadi.

 

3. Verifikasi Informasi Secara Langsung

Jika ada pihak yang mengaku mewakili perusahaan, pastikan melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik atau karyawan resmi.

 

4. Waspadai Janji Diterima Kerja Secara Instan

Janji pekerjaan tanpa proses seleksi yang jelas patut dicurigai sebagai modus penipuan.

 

Masyarakat Minta Pelaku Segera Ditangkap

Hingga berita ini ditulis, unggahan terkait kejadian tersebut masih ramai diperbincangkan warganet Jepara. Banyak masyarakat berharap pelaku segera teridentifikasi dan ditangkap oleh aparat penegak hukum agar tidak ada korban lain yang mengalami nasib serupa.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus selalu diutamakan, terutama ketika berhadapan dengan orang asing yang menawarkan kemudahan atau keuntungan secara instan dalam proses pencarian kerja.

 

Queensha Jepara, (Rabu, 17 Juni 2026)