Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten Jepara menargetkan revitalisasi Pasar Rakyat Jepara II dapat terealisasi pada tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus menjawab berbagai keluhan pedagang di lapangan.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa usulan revitalisasi pasar tersebut telah diajukan ke Kementerian Perdagangan dan kini menunggu regulasi pendukung agar bisa segera direalisasikan. Harapannya, Pasar Jepara II menjadi prioritas pembangunan tahun ini.
Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar memperkuat pasar tradisional sebagai pusat ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah menilai, kondisi pasar saat ini masih membutuhkan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun fasilitas pendukung.
Selain rencana pembangunan, Pemkab Jepara juga menyoroti persoalan mendesak yang dihadapi pedagang, seperti ketersediaan air bersih di area pasar. Permasalahan ini dipastikan akan segera ditangani agar aktivitas perdagangan tidak terganggu.
Di tengah rencana tersebut, pemerintah juga melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Hasilnya, sebagian besar harga masih relatif stabil, meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti minyak goreng non-subsidi dan gula pasir.
Langkah revitalisasi Pasar Jepara II sendiri merupakan bagian dari program lebih luas. Sebelumnya, Pemkab Jepara telah mengajukan revitalisasi terhadap 16 pasar rakyat dengan total anggaran mencapai sekitar Rp62 miliar melalui APBN 2026–2027. Program ini bahkan disebut masuk dalam prioritas pemerintah pusat.
Revitalisasi pasar diharapkan mampu menghadirkan lingkungan perdagangan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman. Dengan begitu, pasar tradisional tidak kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, sekaligus tetap menjadi denyut nadi ekonomi rakyat.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum menjelang Lebaran dengan berbelanja di pasar rakyat. Perputaran uang di tingkat lokal diyakini mampu menggerakkan ekonomi daerah secara signifikan.
“Revitalisasi Pasar Jepara II menjadi komitmen kami dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga sudah seharusnya kita hadirkan fasilitas yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli, ” ujar Bupati Jepara, Witiarso Utomo, Senin (16/3) yang diterima awak.
“Kami terus berupaya agar program ini bisa direalisasikan pada tahun ini, dengan dukungan dari pemerintah pusat. Harapannya, pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang,” tuturnya.
“Selain itu, kami juga akan memastikan berbagai persoalan di lapangan, seperti ketersediaan air bersih dan penataan lingkungan pasar, dapat segera ditangani. Kami ingin masyarakat merasakan langsung dampak dari pembangunan yang dilakukan”,
“Kami mengajak seluruh warga Jepara untuk bersama-sama mendukung dan menjaga pasar rakyat, karena dari sanalah roda ekonomi daerah kita terus bergerak,” pungkasnya.
Jika terealisasi tepat waktu, revitalisasi Pasar Jepara II bukan hanya memperbaiki wajah pasar, tetapi juga membuka harapan baru bagi pedagang kecil untuk bangkit dan berkembang di tengah tekanan ekonomi.
***
(17 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan