Queensha.id – Jepara,
Sebuah oven pengering kayu (kiln dry) di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengalami kebakaran pada Sabtu (27/6/2026) siang. Berkat respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi di area oven pengering kayu milik Siti Juriyah (56) yang berada di RT 14 RW 05 Desa Kecapi.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 13.37 WIB. Dua unit armada dari Pos Mako 113 segera diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.47 WIB.
Petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 14.50 WIB.
Petugas Damkar menjelaskan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh temperatur yang terlalu tinggi saat proses pengeringan kayu berlangsung.
“Kronologi kejadian diduga akibat temperatur tinggi dari aktivitas pengovenan kayu. Kebakaran berhasil diatasi dan tidak ada korban jiwa,” ujar petugas Damkar.
Akibat kejadian tersebut, oven pengering kayu berukuran sekitar 4 x 4 meter mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp7 juta.
Oven Pengering Kayu Memiliki Risiko Kebakaran Tinggi
Oven pengering kayu merupakan salah satu fasilitas penting dalam industri mebel Jepara. Alat ini berfungsi menurunkan kadar air kayu sehingga kualitas produk menjadi lebih baik serta tidak mudah retak atau berubah bentuk.
Namun, proses pengeringan menggunakan suhu tinggi juga memiliki risiko kebakaran apabila tidak diawasi secara maksimal.
Beberapa faktor yang dapat memicu kebakaran antara lain:
- Suhu oven melebihi batas operasional.
- Penumpukan debu dan serbuk kayu yang mudah terbakar.
- Instalasi listrik mengalami korsleting.
- Sistem sirkulasi udara tidak bekerja optimal.
- Sensor suhu atau alat pengontrol panas mengalami kerusakan.
- Kurangnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi oven.
Cara Menjaga Oven Pengering Kayu Agar Aman
Agar risiko kebakaran dapat diminimalkan, pelaku usaha mebel disarankan menerapkan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya:
1. Rutin memeriksa suhu oven
Gunakan alat pengukur suhu yang berfungsi dengan baik dan jangan membiarkan temperatur melebihi batas yang direkomendasikan sesuai spesifikasi oven.
2. Bersihkan serbuk kayu secara berkala
Serbuk dan debu kayu sangat mudah terbakar. Membersihkan area oven setiap hari dapat mengurangi potensi munculnya api.
3. Periksa instalasi listrik
Pastikan kabel, panel listrik, dan komponen pemanas berada dalam kondisi baik. Segera lakukan perbaikan apabila ditemukan kabel yang mulai rusak atau terkelupas.
4. Pastikan ventilasi bekerja optimal
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi penumpukan panas berlebih di dalam ruang oven.
5. Sediakan alat pemadam api ringan (APAR)
Setiap area oven sebaiknya dilengkapi APAR yang mudah dijangkau serta pekerja diberikan pelatihan penggunaannya.
6. Lakukan perawatan berkala
Perawatan rutin terhadap burner, blower, sensor suhu, dan seluruh komponen oven sangat penting untuk menjaga sistem tetap bekerja secara aman.
7. Jangan meninggalkan oven tanpa pengawasan
Proses pengeringan sebaiknya tetap dipantau oleh operator, terutama saat suhu sedang tinggi.
Damkar Imbau Pelaku Industri Mebel Lebih Waspada
Petugas Damkar mengimbau seluruh pelaku usaha mebel, khususnya yang menggunakan oven pengering kayu, agar lebih disiplin dalam melakukan pengecekan suhu, perawatan mesin, serta memastikan seluruh sistem keselamatan berfungsi dengan baik.
Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. Selain dapat menyelamatkan aset perusahaan, penerapan standar keselamatan kerja juga mampu melindungi para pekerja dan lingkungan sekitar dari risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
***
Sumber: M8.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan