Queensha.id – Edukasi Sosial,
Di tengah masyarakat Indonesia masih berkembang berbagai anggapan mengenai rumah yang dianggap angker atau mudah dihuni makhluk halus. Mulai dari rumah yang lama kosong, gelap, tidak terawat, hingga rumah yang sering terdengar suara-suara misterius.
Namun, dalam pandangan Islam, persoalan keberadaan jin tidak boleh disikapi hanya berdasarkan cerita turun-temurun atau mitos. Umat Islam dianjurkan berpegang pada Al-Qur’an dan hadis sahih ketika membahas hal-hal yang bersifat gaib.
Para ulama menjelaskan bahwa jin memang merupakan makhluk ciptaan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Akan tetapi, tidak setiap kejadian aneh di rumah dapat langsung disimpulkan sebagai gangguan makhluk halus.
Rumah yang Jarang Digunakan untuk Beribadah
Salah satu hadis yang sering dijelaskan para ulama adalah sabda Rasulullah SAW:
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar bahwa rumah yang selalu dipenuhi ibadah, zikir, doa, dan bacaan Al-Qur’an akan lebih terjaga dari gangguan setan.
Sebaliknya, rumah yang sama sekali tidak pernah digunakan untuk beribadah dikhawatirkan menjadi tempat yang disukai setan untuk menggoda penghuninya.
Dipenuhi Maksiat dan Kemungkaran
Sejumlah ulama, di antaranya Imam An-Nawawi dalam penjelasannya terhadap hadis-hadis sahih, menerangkan bahwa setan lebih senang berada di tempat yang dipenuhi kemaksiatan.
Rumah yang di dalamnya sering terjadi pertengkaran, ucapan kotor, minuman keras, perjudian, atau perbuatan yang melanggar syariat berpotensi menjadi tempat berkembangnya bisikan setan kepada manusia.
Yang perlu dipahami, gangguan tersebut lebih banyak berupa godaan agar manusia semakin jauh dari Allah SWT, bukan selalu dalam bentuk penampakan makhluk gaib.
Rumah yang Kotor dan Terbengkalai
Sebagian ulama juga menganjurkan umat Islam menjaga kebersihan rumah.
Kebersihan merupakan bagian dari adab seorang Muslim. Rumah yang bersih, rapi, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta dipenuhi aktivitas positif akan memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Walaupun tidak ada dalil sahih yang menyatakan rumah kotor pasti dihuni jin, Islam tetap mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan.
Tidak Pernah Berdzikir
Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa ketika masuk rumah, makan, hingga tidur.
Para ulama menjelaskan bahwa membaca basmalah, berdzikir, dan mengingat Allah menjadi bentuk perlindungan dari gangguan setan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan membiasakan membaca doa ketika memasuki rumah dan memperbanyak zikir bersama keluarga.
Jangan Mudah Percaya Mitos
Ulama besar seperti Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengingatkan agar umat Islam tidak mudah mempercayai berbagai mitos mengenai rumah berhantu tanpa bukti yang jelas.
Mereka menegaskan bahwa perkara gaib hanya dapat diyakini berdasarkan dalil yang sahih, bukan sekadar cerita masyarakat atau pengalaman yang belum tentu dapat dibuktikan.
Jika penghuni rumah merasa takut, Islam mengajarkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, terutama Surah Al-Baqarah, memperbanyak zikir pagi dan petang, serta menjaga salat lima waktu.
Cara Menjaga Rumah Menurut Ajaran Islam
Para ulama menganjurkan beberapa amalan agar rumah senantiasa dipenuhi keberkahan, antara lain:
- Menjaga salat lima waktu.
- Membaca Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah.
- Memperbanyak zikir dan doa.
- Mengucapkan basmalah saat masuk rumah.
- Menjaga kebersihan rumah.
- Menghindari kemaksiatan dan perbuatan yang dilarang agama.
- Membiasakan keluarga mengingat Allah SWT.
Jadi, dalam ajaran Islam, tidak ada ketentuan bahwa rumah tua, kosong, atau memiliki pohon besar pasti dihuni makhluk halus. Yang lebih ditekankan oleh para ulama adalah pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat ibadah, dipenuhi zikir, bacaan Al-Qur’an, serta dijauhkan dari perbuatan maksiat.
Keimanan yang kuat, ibadah yang istiqamah, dan ketakwaan kepada Allah SWT merupakan benteng utama bagi seorang Muslim. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat dan lebih mengutamakan tuntunan Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah SAW dalam menyikapi perkara gaib.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan