Queensha.id – Jepara, (Wisata Religi)

 

Perjalanan menelusuri jejak penyebaran Islam di Kabupaten Jepara berlanjut ke wilayah Mlonggo, Nalumsari, Pakis Aji, dan Pecangaan. Keempat kecamatan ini memiliki banyak makam ulama, habib, serta tokoh cikal bakal desa yang hingga kini menjadi bagian dari tradisi ziarah masyarakat.

 

Selain sebagai tempat mengenang jasa para pendahulu, makam-makam tersebut menjadi bukti bahwa proses penyebaran Islam di Jepara berlangsung melalui dakwah yang damai, pendidikan, perdagangan, dan pendekatan budaya.

Kecamatan Mlonggo

Desa Jambu

Tokoh:

  • Mbah Dzakirullah Alam

Beliau dikenal masyarakat sebagai salah satu sesepuh Desa Jambu yang berjasa dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Mlonggo.

Desa Demeling

Tokoh:

  • Syeikh Dimyati (Raden Sukri)

Dalam tradisi masyarakat, Syeikh Dimyati dikenal sebagai ulama yang mengajarkan ilmu agama sekaligus membina kehidupan sosial masyarakat.

Desa Sinanggul

Tokoh:

  • Kyai Nawawi.
  • Mbah Agung Alim Sekacer.

Kedua tokoh tersebut dihormati sebagai penyebar Islam di kawasan pesisir utara Jepara.

Desa Srobyong

Tokoh:

  • Mbah Sentono

Nama beliau masih sering disebut dalam tradisi masyarakat sebagai sesepuh Desa Srobyong.

Kecamatan Nalumsari

Nalumsari menjadi salah satu wilayah dengan jumlah makam tokoh agama yang cukup banyak.

Desa Gemiring Kidul

Tokoh:

  • Mbah Sarijati.
  • Mbah Saripodang.
  • Nyai Emas Sumangkin.

Menurut cerita masyarakat, Nyai Emas Sumangkin hidup pada masa yang sama dengan Datuk Singorojo serta Maulana Ishaq. Kisah beliau hingga kini masih diwariskan secara turun-temurun.

Desa Nalumsari

Tokoh:

  • Mbah Tunjung Sari.
  • Mbah Sayyid Toyyib Thohir.
  • Mbah Junaid.
  • Mbah Abu Syuja’.
  • Mbah Rahmat Fathillah (Raden Rofi’i Dipoyudo).
  • Mbah Abu Hasan.
  • Mbah Muhammad Al Ghozali.
  • Mbah Siti Ruqoyyah.
  • Mbah Raden Maulana.
  • Mbah Tengku Muhammad.

Wilayah Nalumsari dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan dakwah Islam di bagian selatan Kabupaten Jepara.

Masing-masing tokoh tersebut memiliki hubungan erat dengan sejarah berdirinya dukuh maupun desa di wilayah Nalumsari.

Kecamatan Pakis Aji

Meski hanya tercatat satu nama dalam pendataan, tokoh ini memiliki kedudukan penting dalam sejarah desa.

Desa Kawak

Tokoh:

  • Mbah Mukhowa’ (Mbah Kawak)

Beliau dipercaya sebagai cikal bakal Desa Kawak sekaligus tokoh yang mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat sekitar.

Kecamatan Pecangaan

Pecangaan merupakan salah satu wilayah tua yang berkembang pesat sejak masa perdagangan di pesisir utara Jawa.

Desa Kaliombo

Tokoh:

  • Ki Ronggo Kusumo (Telenge Segoro)

Beliau dipercaya sebagai pembuka wilayah Kaliombo dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah desa.

Desa Karangrandu

Tokoh:

  • Sayyid Ali Al-Kaff.
  • Mbah Gerdu.
  • Sunan Geseng.

Sunan Geseng

Dalam tradisi Jawa, Sunan Geseng dikenal sebagai murid Sunan Kalijaga yang menyebarkan Islam dengan kesederhanaan dan keteladanan hidup. Nama Sunan Geseng juga ditemukan di beberapa daerah lain di Pulau Jawa sehingga masih menjadi kajian para sejarawan apakah merujuk pada tokoh yang sama atau berbeda.

Desa Lebuawu

Tokoh:

  • Mbah Ringin Kusumo

Beliau dipercaya sebagai salah satu sesepuh yang membuka kawasan Lebuawu.

Pecangaan Kulon

Tokoh:

  • Buyut Malang.
  • Sinung Murtowijoyo.
  • Mbah Mijil.
  • Mbah Mintarsih.
  • Sirrun Qodli.

Kelima tokoh tersebut dihormati sebagai sesepuh desa dan penyebar nilai-nilai Islam di wilayah Pecangaan Kulon.

Pecangaan Wetan

Tokoh:

  • Kiai Santri.
  • Ki Ageng Sentono.
  • Syeikh Salafullah (Pathok Siji).

Syeikh Salafullah dikenal masyarakat sebagai salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Pecangaan.

Desa Pulodarat

Tokoh:

  • Ki Andong Kusumo

Beliau dipercaya sebagai cikal bakal Desa Pulodarat yang turut membuka kawasan permukiman dan mengembangkan kehidupan masyarakat.

Warisan Dakwah yang Terus Dilestarikan

Keberadaan makam para wali dan sesepuh di empat kecamatan tersebut menunjukkan bahwa Jepara memiliki sejarah Islam yang sangat kaya.

Hingga kini masyarakat masih menjaga tradisi haul, ziarah kubur, pengajian, serta doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan pendiri desa.

Meski demikian, para ahli sejarah mengingatkan bahwa sebagian riwayat para tokoh berasal dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Oleh karena itu, penelitian akademik tetap diperlukan untuk memperkuat data sejarah yang telah berkembang di masyarakat.

Bersambung ke Bagian 6

Pada Bagian 6 (Bagian Terakhir) akan dibahas secara lengkap makam para wali dan cikal bakal desa di:

  • Kecamatan Tahunan
  • Kecamatan Welahan

Termasuk mengulas tokoh-tokoh besar seperti:

  • Sultan Hadlirin
  • Ratu Kalinyamat
  • Syeikh Abdul Jalil
  • Ki Ageng Semarang
  • Mbah Subakir
  • Datuk Jokosari
  • Ki Ageng Sarkam
  • Muhammad Syeikh At-Thoroghi
  • Mbah Pondok Jogoboyo
  • Mbah Jenggot
  • dan seluruh tokoh lainnya, sekaligus penutup mengenai sejarah besar penyebaran Islam di Kabupaten Jepara.

(Bersambung)

 

***

Sumber: Berbagai sumber.

Penulis: Vico Rahman.