Queensha.id – Jepara,
Sebuah kandang ayam boiler di Desa Kunir, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, dilalap si jago merah pada Senin (6/7/2026) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.
Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah kandang ayam boiler berukuran kurang lebih 10 x 30 meter. Laporan pertama diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 04.05 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit armada dari Pos Damkar Bangsri langsung diterjunkan menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 04.37 WIB dan segera melakukan proses pemadaman agar kobaran api tidak merembet ke bangunan maupun area di sekitarnya.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.45 WIB.
Petugas Damkar Jepara menyampaikan, hasil penanganan sementara di lapangan mengindikasikan kebakaran berasal dari korsleting instalasi listrik yang kemudian memicu api hingga dengan cepat membakar bangunan kandang.
“Petugas menerima laporan pada pukul 04.05 WIB, kemudian satu unit dari Pos Bangsri diterjunkan ke lokasi. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar petugas Damkar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, bangunan kandang ayam mengalami kerusakan berat. Total kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan, agar rutin melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik yang digunakan. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan banyak peralatan elektronik.
Dengan meningkatnya risiko kebakaran akibat instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar, masyarakat diharapkan lebih waspada serta segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kabel maupun peralatan listrik yang mengalami kerusakan. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
***
Sumber: M8.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan