Queensha.id – Jakarta,
Detektif swasta Indonesia, Jubun, memanfaatkan perjalanan ke Taiwan pada 30 Juni hingga 12 Juli 2026 bukan sekadar untuk berwisata. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan memperluas wawasan mengenai budaya, sistem pendidikan, hingga transportasi modern yang diterapkan di negara tersebut.
Selama berada di pada 30 Juni hingga 5 Juli, Jubun mengunjungi sejumlah destinasi ikonik yang menjadi simbol sejarah dan kemajuan Taiwan. Beberapa lokasi yang disambangi antara lain , , serta .
Selain menikmati kuliner khas Taiwan dan menginap di kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas wisatawan, Jubun juga menyempatkan diri mengunjungi (NTU), salah satu perguruan tinggi ternama di Asia.
Menurut Jubun, kunjungan ke kampus tersebut merupakan bagian dari perencanaan pendidikan jangka panjang bagi putranya yang saat ini baru memasuki kelas 9.
“Saya ingin melihat langsung lingkungan kampus, budaya akademik, dan suasana pendidikan di Taiwan. Memang masih beberapa tahun lagi, tetapi saya percaya perencanaan pendidikan yang baik harus dimulai sejak dini,” ujar Jubun.
Pada 5 Juli, Jubun melanjutkan perjalanan menuju menggunakan (THSR). Perjalanan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena ia dapat merasakan langsung kenyamanan salah satu sistem transportasi cepat dan modern yang menjadi kebanggaan Taiwan.
Selama berada di Kaohsiung hingga 10 Juli, Jubun mengeksplorasi suasana kota terbesar di wilayah selatan Taiwan sekaligus mengamati bagaimana transportasi publik dan tata kota berjalan secara tertib dan efisien.
Pada 10 Juli, ia kembali ke Taipei untuk melanjutkan agenda wisata serta membeli berbagai oleh-oleh sebelum dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 12 Juli.
Bagi Jubun, perjalanan tersebut memberikan banyak pelajaran, mulai dari kedisiplinan masyarakat, kemudahan akses transportasi publik, hingga keberhasilan Taiwan memadukan pelestarian sejarah dengan kemajuan teknologi.
“Setiap perjalanan selalu memberi pelajaran baru. Saya percaya pengalaman melihat langsung budaya dan kehidupan masyarakat negara lain akan memperluas cara pandang kita. Taiwan menunjukkan bagaimana sejarah, pendidikan, dan modernitas dapat berjalan berdampingan,” tutup Jubun.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman rekreasi, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar dan investasi pengetahuan, khususnya dalam mempersiapkan masa depan pendidikan generasi muda.
***
Sumber: DJ.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan