Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp410 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan di berbagai wilayah pada tahun 2026.

Anggaran tersebut berasal dari tiga sumber pembiayaan, yakni APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp210 miliar, pinjaman daerah Rp100 miliar, serta bantuan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp100 miliar.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, besarnya dukungan anggaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Jepara secara signifikan.

“Dengan dukungan anggaran sebesar itu, baik dari daerah maupun pusat, kami menargetkan kondisi jalan mantap yang awalnya 76 persen, nantinya bisa bertambah antara 77 hingga 78 persen,” ujar Witiarso saat meninjau proses peningkatan ruas jalan Bendanpete–Buaran, Kecamatan Nalumsari, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, sekitar 24 persen ruas jalan di Jepara masih masuk kategori belum mantap. Melalui berbagai program pembangunan yang tengah berjalan, pemerintah optimistis kondisi tersebut akan terus berkurang sehingga akses transportasi masyarakat menjadi lebih baik.

Bantuan dari pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) juga menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jepara.

Witiarso menjelaskan, anggaran IJD akan difokuskan untuk sejumlah wilayah strategis, termasuk melanjutkan proyek peningkatan jalan yang telah dikerjakan pada tahap sebelumnya.

“Khusus untuk Kecamatan Karimunjawa dialokasikan anggaran sebesar Rp55 miliar. Sedangkan sisanya digunakan untuk pembangunan jalan di Kecamatan Bangsri, Kedung, dan beberapa wilayah lainnya,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah proyek peningkatan jalan masih berlangsung di berbagai titik. Beberapa ruas prioritas yang sedang dikerjakan antara lain Jalan Bendanpete–Buaran, Jalan Nalumsari–Papringan, serta Jalan Daren–Batas Kudus.

Untuk proyek peningkatan ruas Buaran–Bendanpete, progres pekerjaan diperkirakan mencapai sekitar 50 persen pada pekan depan. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada September 2026.

Dengan rampungnya berbagai proyek tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati jalan yang lebih mulus, aman, dan nyaman, sekaligus memperlancar mobilitas warga maupun distribusi barang dan jasa yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Jepara juga berharap pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pelayanan publik, serta mendukung aktivitas masyarakat di sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, hingga investasi.

 

***

Sumber: AN.

Penulis: Vico Rahman.