Queensha.id – Edukasi Kesehatan,
Menjadi seorang perempuan tidaklah mudah. Selain menjalankan peran sebagai istri dan ibu, perempuan juga kerap menghadapi dilema dalam memilih metode kontrasepsi atau keluarga berencana (KB).
Di masyarakat masih beredar berbagai anggapan, mulai dari KB pil membuat wajah rusak, KB suntik menyebabkan tubuh gemuk, KB implan mengganggu aktivitas, hingga KB IUD yang disebut-sebut dapat bergeser dan berbahaya.
Di sisi lain, perempuan yang memilih tidak menggunakan kontrasepsi juga sering menjadi sasaran komentar negatif karena dianggap terlalu sering hamil.
Lalu, benarkah seluruh anggapan tersebut?
Setiap Alat KB Memiliki Kelebihan dan Efek Samping
Menurut pakar obstetri dan ginekologi di Indonesia, tidak ada satu pun metode kontrasepsi yang sempurna untuk semua perempuan. Setiap jenis KB memiliki manfaat, efek samping yang mungkin terjadi, serta kecocokan yang berbeda-beda pada setiap orang.
Karena itu, pemilihan alat kontrasepsi sebaiknya dilakukan melalui konsultasi dengan dokter atau bidan agar disesuaikan dengan kondisi kesehatan, usia, riwayat penyakit, serta rencana kehamilan.
KB Pil Tidak Selalu Membuat Wajah Rusak
Masih banyak anggapan bahwa konsumsi pil KB menyebabkan wajah menjadi kusam atau berjerawat.
Padahal, menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, pil KB mengandung hormon yang dapat memengaruhi kondisi kulit pada sebagian perempuan. Pada sebagian orang justru jerawat membaik, sementara pada sebagian lainnya mungkin muncul perubahan karena respons hormon yang berbeda.
Efek tersebut umumnya tidak dialami semua pengguna dan dapat dikonsultasikan apabila dirasa mengganggu.
KB Suntik Bisa Menyebabkan Berat Badan Bertambah, Tetapi Tidak Selalu
KB suntik sering dikaitkan dengan tubuh yang menjadi lebih gemuk atau kendur.
Menurut para pakar kesehatan, sebagian pengguna memang mengalami peningkatan berat badan. Namun penyebabnya bukan semata-mata karena suntikan KB, melainkan juga dipengaruhi pola makan, aktivitas fisik, metabolisme tubuh, dan perubahan hormon.
Artinya, tidak semua perempuan yang menggunakan KB suntik akan mengalami kenaikan berat badan.
KB Implan Tetap Aman Beraktivitas
KB implan dipasang di bawah kulit lengan atas oleh tenaga kesehatan.
Setelah masa penyembuhan selesai, pengguna umumnya tetap dapat bekerja, berolahraga, maupun melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Pada beberapa hari pertama memang dapat muncul nyeri ringan atau memar di area pemasangan, tetapi kondisi tersebut biasanya bersifat sementara.
IUD Tidak Mudah Bergeser
Banyak perempuan takut menggunakan IUD karena khawatir alat tersebut berpindah tempat atau menyebabkan operasi.
Menurut dokter kandungan, IUD dipasang di dalam rahim melalui prosedur medis yang aman. Memang terdapat risiko alat bergeser atau keluar sebagian, tetapi kasus tersebut relatif jarang terjadi dan biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan rutin.
Karena itu, pengguna IUD dianjurkan melakukan kontrol sesuai jadwal yang ditentukan tenaga kesehatan.
Jangan Menyalahkan Perempuan Apa Pun Pilihannya
Selain persoalan medis, banyak perempuan juga menghadapi tekanan sosial.
Ketika menggunakan KB, mereka khawatir terhadap efek samping yang beredar di masyarakat. Namun ketika tidak menggunakan KB dan memiliki banyak anak, mereka juga sering menerima komentar yang menyakitkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perempuan sering berada dalam posisi yang serba salah.
Padahal, keputusan mengenai penggunaan kontrasepsi seharusnya menjadi hasil musyawarah antara suami dan istri berdasarkan kondisi kesehatan, kesiapan ekonomi, dan keinginan memiliki anak.
Peran Suami Sangat Penting
Pakar kesehatan keluarga menegaskan bahwa program keluarga berencana bukan hanya tanggung jawab istri.
Suami memiliki peran penting untuk memberikan dukungan emosional, membantu mencari informasi yang benar, mendampingi saat konsultasi, dan tidak membebankan seluruh tanggung jawab kontrasepsi kepada istri.
Menghargai perjuangan istri berarti memahami bahwa setiap metode kontrasepsi memiliki manfaat sekaligus kemungkinan efek samping yang berbeda pada setiap individu.
Jadi, informasi mengenai efek samping KB sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan, bukan hanya dari cerita yang beredar di masyarakat atau media sosial.
KB pil, suntik, implan, maupun IUD telah digunakan oleh jutaan perempuan di Indonesia dan dunia dengan tingkat keamanan yang baik apabila digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Yang terpenting, setiap pasangan suami istri perlu memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga, tanpa saling menyalahkan atau meremehkan pengorbanan perempuan.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan