Queensha.id – Jepara,

Pasar Ratu Jepara kembali menjadi sorotan publik. Di balik predikatnya sebagai pasar tradisional terbesar dan terbersih di Kabupaten Jepara, muncul keluhan warga terkait praktik parkir yang dinilai tidak tertib yang khususnya di area lantai dua.

Seorang warga Jepara Kota mengungkapkan bahwa petugas parkir di lantai dua kerap tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap aturan dasar pengelolaan parkir.

“Kenapa tempat parkiran di lantai dua tidak pernah memberikan karcis parkir? Silakan cek sendiri besok di Ramadan terakhir,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

“Hari ini saya ditarik 4 ribu yang biasanya 3 ribu, tanpa karcis parkir, ” jelasnya.

Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam sistem perparkiran resmi, karcis menjadi bukti pembayaran sekaligus jaminan keamanan kendaraan. Tanpa karcis, pengguna sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk membayar retribusi parkir.

“Kalau tidak ada karcis parkir, seharusnya tidak perlu bayar. Ini harus ditertibkan,” tambahnya.

Pasar yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso ini selama ini dikenal memiliki standar kebersihan yang tinggi, bahkan kerap disandingkan dengan pusat perbelanjaan modern.

Dengan bangunan tiga lantai dan fasilitas unik seperti parkir sepeda motor di atap (rooftop), Pasar Ratu menjadi ikon perdagangan tradisional yang maju di Jepara.

Tak hanya itu, pasar ini juga memiliki nilai historis. Saat proses pembangunan pada tahun 2007, ditemukan situs perahu kuno yang diduga berasal dari era Ratu Kalinyamat. Temuan ini kemudian menginspirasi penamaan “Pasar Ratu”.

Namun, citra modern dan tertib yang selama ini melekat bisa tercoreng jika praktik-praktik kecil seperti parkir tanpa karcis terus dibiarkan. Apalagi, pasar ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, yang seharusnya menjadi contoh dalam penerapan aturan dan pelayanan publik.

Warga pun berharap ada tindakan tegas dari pengelola maupun dinas terkait untuk menertibkan sistem parkir. Tidak hanya soal retribusi, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi kedisiplinan bagi masyarakat.

Di tengah ramainya aktivitas menjelang akhir Ramadan, Pasar Ratu tidak hanya diuji dari sisi pelayanan dan kebersihan, tetapi juga integritas dalam hal-hal sederhana yang justru paling mudah terlihat.

 

***