Queensha.id – Jepara,
Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Batealit menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an, Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, pada Sabtu-Minggu, 11–12 Juli 2026.
Kegiatan kaderisasi formal pertama di lingkungan GP Ansor ini mengusung tema “Mewujudkan Kader yang Rasional, Berilmu, dan Berhidmah”.
PKD dibuka oleh Ketua PC GP Ansor Jepara, H. Ainul Mahfudz, S.E., M.M., serta dihadiri jajaran pengurus MWC NU, PAC GP Ansor Batealit, panitia, dan para peserta dari berbagai ranting.
Ketua PAC GP Ansor Batealit, Sholikul Arif, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa PKD bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan proses kaderisasi strategis untuk melahirkan generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada umat.
“PKD merupakan jenjang kaderisasi formal pertama di GP Ansor yang bertujuan mencetak kader yang memiliki pemahaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta siap mengabdi kepada organisasi, agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Sholikul Arif, Sabtu (11/7/2026) saat dijumpai di lokasi acara.
Menjawab Tantangan Zaman
Menurutnya, kader Ansor masa kini harus mampu menjawab berbagai tantangan di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan ulama Nahdlatul Ulama.
Tema “Mewujudkan Kader yang Rasional, Berilmu, dan Berhidmah” dipilih sebagai arah kaderisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sholikul Arif menjelaskan bahwa kader yang rasional adalah kader yang mampu berpikir kritis, objektif, bijaksana, serta tidak mudah terprovokasi hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, maupun paham yang memecah belah persatuan bangsa.
Sementara berilmu berarti kader terus meningkatkan kapasitas, baik dalam ilmu agama, kepemimpinan, organisasi, maupun keterampilan yang relevan sehingga mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
Adapun berhidmah dimaknai sebagai pengabdian yang tulus kepada umat, organisasi, bangsa, dan negara dengan menjadikan seluruh ilmu serta kemampuan sebagai sarana kemaslahatan bersama.

Harapan Lahir Kader Penggerak
Ketua PAC GP Ansor Batealit berharap PKD tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial atau sekadar memperoleh sertifikat kaderisasi.
Menurutnya, seluruh peserta diharapkan menjadi kader yang aktif mengembangkan organisasi hingga tingkat ranting, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta mampu menghadirkan manfaat melalui dakwah, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui PKD PAC GP Ansor Batealit Tahun 2026 di PR Ansor Bawu, diharapkan lahir generasi kader yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga cerdas dalam berpikir, unggul dalam berkarya, dan tulus dalam mengabdi. Dengan demikian, Ansor akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan sesuai cita-cita perjuangan para ulama,” ungkap Sholikul Arif.
Materi PKD Berlangsung Dua Hari
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan dan memperkuat ideologi ke-NU-an.
Beberapa materi yang diberikan meliputi:
- Pembukaan dan orientasi kaderisasi PKD.
- Pre-test, kontrak belajar, dan dinamika kelompok.
- Aswaja An-Nahdliyah.
- Amaliyah Tradisi Nahdlatul Ulama.
- Keorganisasian dan Kepemimpinan.
- Ke-NU-an.
- Ke-Ansoran.
- Mujahadah.
- Senam Pagi.
- Review materi.
- Administrasi dan Peraturan Organisasi Ansor.
- Teknologi Informasi dan pemanfaatannya dalam organisasi.
- Keindonesiaan dan Kebangsaan.
- Analisis diri dan analisis sosial.
- Rencana Tindak Lanjut (RTL) serta post-test.
- Ijazahan dan pembinaan mental (Bintal).
Diawali Pembukaan hingga Tahlil
Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars Ansor, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, serta sambutan dari Ketua PAC GP Ansor Batealit, Ketua MWC NU, dan Ketua PC GP Ansor Jepara yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan PKD.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa sebagai bentuk harapan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan bermasyarakat.
Memperkuat Organisasi dan Pengabdian
Melalui kegiatan ini, GP Ansor Batealit berharap lahir kader-kader muda yang memiliki karakter kepemimpinan, loyal terhadap organisasi, cinta tanah air, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan keagamaan di Kabupaten Jepara.
PKD juga menjadi investasi jangka panjang bagi Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
***
Sumber: Queensha Jepara.
Wartawan: M Zufi Amroini.

Tinggalkan Balasan