Queensha.id – Kendal,
Sebuah video yang diduga memperlihatkan perkelahian antara dua orang penagih utang dengan seorang pria di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, viral di media sosial pada Sabtu (11/7/2026).
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Berita Seputar Semarang Hari Ini sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menarik perhatian warganet.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu diduga bermula ketika dua pria yang disebut-sebut sebagai penagih utang dari koperasi atau yang oleh masyarakat sering dijuluki “bank plecit” mendatangi seorang nasabah untuk melakukan penagihan.
Namun, proses penagihan diduga berujung cekcok hingga terjadi adu fisik di sebuah gang kecil kawasan Boja.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berbaju merah diduga melakukan perlawanan. Bahkan, pria tersebut terlihat membawa benda yang diduga berupa sabit saat menghadapi kedua penagih.
Salah satu penagih terlihat merekam kejadian menggunakan telepon genggam, sementara rekannya terlibat adu fisik dengan pria tersebut.
Akibat perkelahian itu, ketiga orang yang terlibat tampak mengalami luka. Hidung pria berbaju merah terlihat berdarah, demikian pula salah seorang penagih yang juga mengalami luka di bagian wajah.
Setelah keributan mereda, pria berbaju merah tampak ditarik dan dibawa menuju rumahnya oleh beberapa orang yang berada di lokasi.
Informasi yang beredar menyebutkan kedua penagih datang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam dan Honda Vario Techno warna putih.
Belum diketahui secara pasti identitas para pihak yang terlibat maupun status hukum peristiwa tersebut.
Dalam rekaman video juga terdengar beberapa ucapan dari pihak penagih, namun suara yang terekam tidak terdengar jelas sehingga tidak dapat dipastikan isi percakapannya.
Diduga, penagihan terhadap nasabah tersebut telah dilakukan beberapa kali sebelumnya sehingga memicu emosi dan berakhir dengan bentrokan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Resor Kendal terkait kronologi, penyebab pasti, maupun adanya laporan polisi atas kejadian tersebut.
Netizen Terbelah
Video tersebut memancing beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Di sisi lain, ada pula yang beranggapan bahwa proses penagihan utang seharusnya dilakukan secara humanis dan sesuai ketentuan hukum, sehingga tidak memicu konflik dengan nasabah.
Sementara sebagian lainnya meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi aparat penegak hukum agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab maupun pihak yang bersalah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap sengketa utang piutang sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang sah, mengedepankan dialog, serta menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan semua pihak.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan informasi awal dan video yang beredar di media sosial. Beberapa informasi masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Queensha.id tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian atau pihak terkait.
***
Sumber: Akun Facebook.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan