Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat kecil melalui program Mudik Gratis 2026. Di tengah tingginya biaya transportasi menjelang Lebaran, program ini menjadi “tiket harapan” bagi para perantau, khususnya pekerja sektor informal di wilayah Jabodetabek.
Sebanyak dua unit bus disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Taman Mini Indonesia Indah menuju Kabupaten Jepara. Keberangkatan telah dilaksanakan pada 16 Maret 2026 dengan total kuota sekitar 100 penumpang.
Meski jumlah armada terbatas, program ini menyasar kelompok yang paling membutuhkan—mereka yang selama ini kerap terpinggirkan dalam hiruk-pikuk arus mudik, seperti buruh harian, pekerja informal, hingga perantau dengan penghasilan minim.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Jepara tidak berjalan sendiri. Peran strategis dipegang oleh Paguyuban Keluarga Perantau Jepara di Jakarta yang menjadi ujung tombak di lapangan. Mulai dari pendataan hingga seleksi peserta dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Koordinasi dengan paguyuban sangat penting agar program ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar salah satu pihak terkait.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari BAZNAS Jepara yang turut menyumbangkan satu unit bus tambahan. Kolaborasi ini memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama, terutama menjelang hari raya.
Program Mudik Gratis ini tidak hanya sekadar layanan transportasi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya di perantauan. Di tengah keterbatasan kuota, harapan besar tetap menggantung yang agar ke depan jumlah armada bisa ditambah dan menjangkau lebih banyak warga.
Bagi para peserta, perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung. Ini adalah perjalanan pulang dengan rasa tenang, tanpa beban biaya yang mencekik, dan penuh rindu yang akhirnya terbayar.
Pemkab Jepara berharap, melalui program ini, tradisi mudik dapat dijalani dengan lebih aman, nyaman, dan manusiawi tanpa harus mengorbankan kebutuhan hidup lainnya. Sebab di balik setiap kursi bus yang terisi, ada cerita perjuangan panjang yang akhirnya menemukan jalan pulang.
***

Tinggalkan Balasan