Queensha.id – Yogyakarta,
Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Tiara Julianti (18) untuk menggapai cita-citanya menjadi dokter. Putri pasangan penjual keripik asal Teluknaga, Tangerang, Banten, itu berhasil diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU).
Tidak hanya lolos di salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, Tiara juga memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen, sehingga dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.
Keberhasilan tersebut menjadi buah dari kerja keras, prestasi, serta doa dan dukungan orang tua yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan keluarga melalui usaha berjualan keripik.
Berawal dari Mimpi Menjadi Dokter Sejak Kecil
Tiara mengaku telah bercita-cita menjadi dokter sejak masih kecil. Keinginan tersebut semakin kuat ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Pengalaman melihat pentingnya tenaga kesehatan membuatnya ingin berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat,” ujar Tiara.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA Negeri 1 Tangerang, Tiara dikenal sebagai siswi berprestasi. Ia konsisten meraih nilai akademik yang baik sekaligus aktif mengikuti berbagai kegiatan nonakademik.
Prestasi yang pernah diraih meliputi Olimpiade Biologi, lomba debat, karya tulis ilmiah, hingga sukses menjadi Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading.
Menurut Tiara, setiap pengalaman tersebut membentuk karakter disiplin, tangguh, dan pantang menyerah.
Orang Tua Penjual Keripik Tak Pernah Berhenti Mendukung
Di balik keberhasilan Tiara, terdapat perjuangan kedua orang tuanya, Sabdi (51) dan Siti Rohani (41), yang setiap hari bekerja menjual keripik.
Meski penghasilan usaha mereka tidak selalu stabil, keduanya tetap menjadikan pendidikan sebagai investasi terbaik bagi masa depan anak-anak.
Siti Rohani bahkan rutin bangun sebelum subuh untuk menyiapkan kebutuhan sekolah Tiara sebelum membantu suaminya berdagang.
Ketika Tiara sempat gagal pada salah satu jalur seleksi perguruan tinggi, kedua orang tuanya tidak pernah menyuruhnya menyerah.
Sebaliknya, mereka terus memberikan semangat agar putrinya tetap percaya diri mengejar impian.
“Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai,” kata Siti Rohani.
Subsidi UKT 100 Persen Hapus Kekhawatiran Biaya Kuliah
Kebahagiaan keluarga semakin lengkap setelah Tiara mengetahui dirinya tidak hanya diterima di Kedokteran UGM, tetapi juga memperoleh subsidi UKT 100 persen.
Bantuan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran keluarga mengenai biaya pendidikan tinggi.
“Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini,” ungkap Tiara.
Sementara itu, sang ayah mengaku hampir tidak percaya putrinya berhasil lolos di Fakultas Kedokteran UGM.
“Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM,” ujar Sabdi.
Ingin Menjadi Dokter Spesialis Mata
Ke depan, Tiara bercita-cita menjadi dokter spesialis mata. Ia menilai penggunaan gawai yang semakin tinggi di kalangan generasi muda membuat kesadaran menjaga kesehatan mata perlu terus ditingkatkan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, Tiara ingin aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Bagi Tiara, perjalanan menuju bangku kuliah bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat melalui profesi dokter.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memiliki cita-cita besar.
“Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha.”
UGM Perluas Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi
Kisah Tiara Julianti menjadi bukti bahwa prestasi, kerja keras, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi, meski berasal dari keluarga sederhana.
Melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul serta program subsidi UKT 100 persen, UGM terus memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.
Keberhasilan Tiara diharapkan menjadi inspirasi bagi para pelajar Indonesia untuk terus belajar, berprestasi, dan tidak menyerah mengejar mimpi meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.
***
Sumber: UGM.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan