Queensha.id – Jepara,
Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di SMP Negeri 1 Mlonggo, Kabupaten Jepara, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ratusan peserta didik baru tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi awal perjalanan mereka di jenjang pendidikan menengah. Kehadiran Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menjadi perhatian tersendiri. Tak sedikit siswa yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama orang nomor satu di Kabupaten Jepara tersebut.
Kegiatan ini juga diikuti peserta didik baru dari MTs Mathalibul Huda dan MA Mathalibul Huda Mlonggo, sehingga suasana pembukaan MPLS berlangsung meriah dan penuh keceriaan.
Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar
Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo mengajak seluruh siswa untuk memiliki cita-cita tinggi serta terus berjuang mewujudkannya melalui pendidikan.
Menurutnya, seseorang tidak harus selalu menjadi siswa dengan peringkat terbaik untuk meraih kesuksesan. Yang terpenting adalah memiliki mimpi besar, kemauan belajar, dan kerja keras.
“Cita-cita sangat penting karena akan mengarahkan perjalanan hidup kita. Teruslah belajar dan jangan pernah takut bermimpi besar,” pesan Mas Wiwit di hadapan para siswa, Rabu (15/7/2026).
Ia juga menceritakan pengalamannya semasa sekolah yang menurutnya bukan termasuk siswa dengan peringkat terbaik. Namun, berkat tekad dan semangat belajar, kini ia dipercaya menjadi Bupati Jepara.

Pendidikan Menjadi Investasi Terbesar Jepara
Di hadapan para guru, kepala sekolah, dan ratusan peserta didik, Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara, kata dia, telah menyiapkan sejumlah program strategis sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan, antara lain:
- Kartu Guru Sejahtera untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
- Kartu Sarjana Jepara sebagai program beasiswa bagi pelajar berprestasi.
- Revitalisasi sekolah guna menghadirkan sarana belajar yang lebih aman dan nyaman.
- Pengembangan Sekolah Rakyat sebagai perluasan akses pendidikan yang inklusif.
- Sekolah Nasional Terintegrasi, di mana Jepara menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangannya.
“Semua ini merupakan investasi bagi masa depan generasi Jepara. Kami ingin setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Witiarso.
Lingkungan Sekolah yang Nyaman Jadi Pondasi Pendidikan
Mas Wiwit juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh materi pelajaran, tetapi juga lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, inklusif, serta bebas dari perundungan.
Menurutnya, suasana sekolah yang positif akan membantu peserta didik berkembang secara akademik maupun karakter.
“Pendidikan yang baik dimulai dari lingkungan belajar yang nyaman sejak hari pertama sekolah. Dari sinilah akan lahir generasi Jepara yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Ia mengajak seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, madrasah, guru, orang tua hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
Kepala Sekolah Sambut Positif Kehadiran Bupati
Kepala SMP Negeri 1 Mlonggo, Pahlur Ronji, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Jepara dalam pembukaan MPLS Ramah 2026.
Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta didik baru untuk semakin semangat menuntut ilmu.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Mlonggo menerima 352 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar, dengan masing-masing kelas berisi sekitar 32 siswa, dari total sekitar 870 pendaftar.
Motivasi yang diberikan Mas Wiwit ternyata membekas di hati para siswa.
Salah seorang peserta didik baru bernama Ali mengaku bangga dapat mengikuti MPLS yang dibuka langsung oleh Bupati Jepara.
“Senang sekali rasanya. Pesan dari Pak Bupati membuat saya semakin semangat belajar untuk meraih cita-cita. Kalau sudah besar nanti, saya ingin seperti Pak Bupati,” ujar Ali dengan penuh semangat.
Semangat yang terpancar dari wajah para peserta didik menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan Jepara. Melalui MPLS Ramah 2026, para siswa tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali motivasi untuk membangun karakter, disiplin, serta keberanian dalam mengejar impian demi masa depan yang lebih baik.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan