Queensha.id – Jepara,

 

Persijap Jepara menunjukkan keseriusannya menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, manajemen Laskar Kalinyamat tidak ingin sekadar menjadi tim pelengkap, melainkan menargetkan mampu bersaing dengan klub-klub papan atas.

Sebagai langkah awal, Persijap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi tim. Perombakan besar dilakukan dengan melepas sejumlah pemain lokal maupun asing yang sebelumnya menjadi bagian dari skuad promosi.

Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat 14 nama resmi berpisah dengan Persijap Jepara, yakni Dicky Kurniawan, pelatih kiper asal Korea Selatan Yo Jae Hon, Aly Dom, Wahyudi Hamisi, Alexis Gomez, Lucas Morelatto, Iker Guarrotxena, Sudi Abdallah, Akbar Arjuansyah, Princes Kallon, Fotman Ramadhan, Ardi Ardiana, Indra Arya, dan Muhammad Ardiansyah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi manajemen dalam membangun skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi ketatnya persaingan di Super League musim 2026/2027.

Di tengah perombakan pemain, Persijap tetap mempertahankan sosok penting di kursi kepelatihan. Mario Lemos resmi mendapat perpanjangan kontrak dan akan kembali menukangi Laskar Kalinyamat pada musim mendatang.

Pelatih asal Portugal tersebut dinilai sukses membawa Persijap kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Pengalamannya di level internasional, termasuk pernah menjadi pelatih di akademi Manchester United, diharapkan mampu meningkatkan performa tim.

Selain Mario Lemos, Persijap juga memastikan Carlos Franca tetap menjadi andalan di lini depan. Striker asing tersebut masih dipercaya sebagai ujung tombak untuk menghadapi kompetisi yang diprediksi berlangsung semakin kompetitif.

Menariknya, nama Dicky Kurniawan sempat masuk dalam daftar pemain yang dilepas. Namun belakangan, ia dikabarkan memperoleh perpanjangan kontrak sehingga statusnya masih menunggu kepastian resmi dari manajemen Persijap.

Sampai saat ini, Persijap memang belum mengumumkan rekrutan anyar. Meski demikian, bursa transfer masih terbuka sehingga peluang menghadirkan pemain-pemain baru tetap sangat besar.

Manajemen diperkirakan tengah menyusun komposisi terbaik untuk melengkapi kebutuhan di setiap lini agar mampu bersaing menghadapi klub-klub kuat di Super League 2026/2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada September mendatang.

Dukungan suporter setia Laskar Kalinyamat juga menjadi modal penting bagi Persijap untuk kembali mencatatkan prestasi di level tertinggi sepak bola Indonesia. Kehadiran pemain-pemain berkualitas yang diperkirakan segera diumumkan diharapkan mampu memperkuat optimisme masyarakat Jepara menyambut musim baru.

Dengan fondasi tim yang mulai dibangun melalui evaluasi menyeluruh, Persijap Jepara kini bersiap membuka lembaran baru di Super League 2026/2027 dengan target tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.

 

***

Sumber: Persijap Jepara.

Penulis: Vico Rahman.